GIZ siapkan 20 juta euro untuk konservasi laut termasuk di Indonesia

2 weeks ago 19

Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Badan Kerja Sama Internasional Jerman atau Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menyiapkan dana investasi senilai 20 juta euro untuk memperkuat konservasi laut di beberapa negara termasuk Indonesia pada 2026-2031.

“Kami akan bermitra dengan negara penggerak pertama dari perjanjian Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ) termasuk Indonesia,” kata Commission Manager Living High Seas GIZ Indonesia dan ASEAN Yuliana Cahya Wulan di sela peringatan Hari Laut Sedunia dan Segitiga Terumbu Karang di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.

Selain Indonesia, lanjut dia, negara mitra organisasi dari Pemerintah Federal Jerman itu adalah Senegal, Brazil dan Mikronesia.

Ia menjelaskan nilai investasi dalam proyek Living High Seas itu rencananya mulai dikucurkan pada 2026 dalam bentuk dukungan teknis dan lainnya melalui program International Climate Initiatives sebagai bagian komitmen awal negara itu dalam mendukung berlakunya perjanjian BBNJ.

Baca juga: Delegasi tujuh negara studi konservasi laut di Raja Ampat

Melalui BBNJ, ujar dia, kerja sama konservasi mulai bergeser dari negosiasi menuju implementasi nyata, salah satu fokusnya memperkuat upaya konservasi laut termasuk pengembangan wilayah konservasi laut (Marine Protected Area/MPA).

Untuk proyek tersebut, pihaknya akan fokus pada instrumen pengelolaan (Area Base Management Tools/ABMT) termasuk di dalamnya MPA.

Ada beberapa upaya yang akan dilakukan dalam proyek Living High Seas itu yakni membantu negara mitra termasuk Indonesia dalam mengumpulkan data ilmiah terutama di kawasan BBNJ yaitu di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atau di luar batas 200 mil laut (laut lepas).

Ia menjelaskan data tersebut penting mengingat wilayah laut itu menjadi rentan karena semua bisa mengakses termasuk eksploitasi dari kapal-kapal besar yang beroperasi tanpa pengawasan.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |