Jakarta (ANTARA) - Forum Zakat (FOZ) menilai gerakan kolaborasi Indonesia Berdaya menjadi platform sejumlah lembaga filantropi dengan pemerintah untuk bersama-sama menghadapi tantangan dalam menghapus kemiskinan ekstrem di Tanah Air.
“Indonesia Berdaya menjadi ruang bersama yang menyatukan kekuatan pemerintah, lembaga zakat, dan filantropi untuk bergerak bersama mengatasi kemiskinan,” ujar Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Sebelumnya, Kementerian Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Forum Zakat (FOZ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan sejumlah lembaga filantropi Islam sepakat membentuk program Indonesia Berdaya dalam penanganan kemiskinan.
Wildhan mengatakan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun masih terealisasi sekitar Rp44 triliun atau sekitar 13 persen.
Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antara lembaga zakat, filantropi, dan pemerintah agar potensi tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca juga: Luncurkan Kolaborasi Indonesia Berdaya, Menko PM tekankan kolaborasi
Ia menyampaikan melalui rangkaian program Indonesia Berdaya telah disalurkan bantuan senilai Rp437 miliar yang menjangkau 117 titik kantong kemiskinan ekstrem dengan sekitar 3 juta penerima manfaat dari kelompok fakir dan miskin.
Sebagai bagian dari implementasi gerakan ini, berbagai program sosial dilaksanakan di sejumlah wilayah prioritas. Salah satunya melalui kegiatan Selasar Hangat, yang menjadi bagian dari rangkaian program Indonesia Berdaya dalam memperluas penyaluran bantuan kepada masyarakat fakir miskin.
Program ini dilaksanakan secara serentak di delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Banten. Selain itu, bantuan juga menjangkau wilayah terdampak bencana di kawasan Sumatera, termasuk Aceh dan Sumatera Barat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi berbasis data agar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Baca juga: Ka Bakom: Presiden ajak seluruh pemimpin bersatu hapus kemiskinan dan layani rakyat
“Ramadhan adalah momentum penuh keberkahan untuk memperkuat sinergi. Kita harus memastikan program zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, tetapi terus mendorong masyarakat agar bangkit, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Melalui gerakan Indonesia Berdaya, kolaborasi antara FOZ, Baznas, lembaga filantropi, dan pemerintah diharapkan terus berkelanjutan sehingga mampu memperluas jangkauan manfaat serta mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera.
Baca juga: BP Taskin: Investasi berdampak sosial lebih efektif hapus kemiskinan
Baca juga: Mensos paparkan dua strategi Presiden Prabowo hapus kemiskinan ekstrem
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































