Esports jadi mesin baru pariwisata di Changchun

22 hours ago 2

Changchun (ANTARA) - Saat puncak musim panas pada Juli, Changchun di Provinsi Jilin, China timur laut, menggelar sebuah perhelatan budaya dan olahraga berskala besar bagi kaum muda.

Baru-baru ini, babak final Turnamen Nasional Honor of Kings ke-13 dan Karnaval Esports Kota Changchun diselenggarakan di Changchun International Aviation Expo City. Perhelatan ini menandai pertama kalinya ajang e-sport domestik papan atas yang terbuka untuk umum diadakan di China timur laut.

Honor of Kings (HOK) merupakan gim seluler bergenre Arena Pertarungan Daring Multipemain (Multiplayer Online Battle Arena/MOBA) yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan gim asal China dan diluncurkan pada 2015.

Berdasarkan data resmi, jumlah pengguna aktif harian gim tersebut di China tembus 139 juta pada 2025, sementara pengguna aktif bulanan secara global akan melampaui 260 juta, menjadikannya sebuah kekayaan intelektual (intellectual property/IP) digital dengan pengaruh global yang signifikan.

Khususnya di pasar Asia Tenggara seperti Indonesia, HOK meraih popularitas luar biasa di kalangan kaum muda, dengan puncak jumlah penonton turnamen internasional terkait yang terus meningkat, menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.

Dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari itu, venue tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan secara beruntun bagi Professional Division Finals, Women's Open Finals, dan Guest Invitational.

Selain itu, berbagai aktivitas di luar arena, seperti "Rift Party" yang dimeriahkan dengan tarian, parade anime, dan pasar trendi, menarik wisatawan dari berbagai penjuru untuk berkunjung dan menikmati kemeriahan acara tersebut.

Turnamen Honor of Kings angkat Changchun jadi magnet baru wisata e-sports China. ANTARA/Xinhua

"Saya pernah ke Shenzhen dan Hangzhou untuk menonton pertandingan sebelumnya, tetapi sekarang setelah babak final nasional digelar di Changchun, kami para pemain dari China timur laut benar-benar dapat merasakan atmosfer pertandingan di kota kami sendiri," ungkap Guo Yiran, seorang penggemar e-sport asal Changchun. Li Weisen (25), seorang pemain HOK yang melakukan perjalanan jauh dari Shanxi, berhasil memenangkan kejuaraan Grand Final 1v1.

Pertumbuhan industri yang terus berlanjut itu tidak hanya mencerminkan besarnya potensi ekonomi e-sport, tetapi juga menjadi landasan bagi integrasi lintas sektor. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pemerintah China semakin mempercepat penerapan berbagai kebijakan untuk memperdalam integrasi sektor budaya, perdagangan, olahraga, dan pariwisata.

Dia menuturkan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Changchun dan dirinya sangat terkesan dengan cuaca yang sejuk serta antusiasme para penonton. Setelah kompetisi tersebut, dia berencana mencicipi kuliner lokal dan menjelajahi objek-objek wisata di kota tersebut.

"Menurut statistik penjualan tiket, penonton muda berusia 18 hingga 30 tahun mencapai 58 persen dari keseluruhan penonton," kata She Xiaojun, asisten manajer umum Changchun Culture and Tourism Group. Turnamen tahun ini mengintegrasikan e-sport dengan keunikan budaya dan pariwisata Changchun. Penyelenggara juga meluncurkan serangkaian kegiatan seperti festival musik, aktivitas mengunjungi berbagai landmark kota, serta pengalaman rute wisata dan budaya khas. Melalui rangkaian kegiatan ini, para penonton tidak hanya dapat menyaksikan pertandingan, tetapi juga menemukan cara-cara baru untuk menikmati budaya dan pariwisata yang ditawarkan Changchun.

Di balik lonjakan popularitas turnamen tersebut, setiap tiket turnamen membantu menghubungkan rantai konsumsi di kota itu. Dilaporkan bahwa dengan menunjukkan tiket pertandingan, para penonton dapat menikmati diskon eksklusif di 11 objek wisata di Changchun, termasuk Changchun Film Century City, Northeast Tiger Park, dan Agricultural Expo Park.

Sebanyak 30 hotel kelas menengah hingga premium menawarkan tarif kamar khusus, sementara lebih dari 50 restoran memberikan potongan harga eksklusif. Didi dan China Southern Airlines juga secara bersamaan menawarkan diskon perjalanan, dan selama penyelenggaraan acara, panitia turut mengoperasikan dua rute bus antar-jemput guna memastikan kelancaran transportasi bagi para penonton.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri e-sport global mengalami pertumbuhan yang pesat. Global E-sports Development White Paper yang dirilis pada 3 Juli menunjukkan bahwa ukuran pasar pendapatan langsung dari turnamen e-sport diperkirakan mencapai 1,98 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.988) pada 2025, menandai kenaikan sebesar 12,5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sektor e-sport China menunjukkan kinerja yang sangat kuat, dengan pendapatan diperkirakan mencapai 4,106 miliar dolar AS pada 2025 dan basis penggunanya melampaui 500 juta orang, sehingga semakin mengukuhkan posisi negara tersebut sebagai pemimpin global.

Turnamen Honor of Kings angkat Changchun jadi magnet baru wisata e-sports China. ANTARA/Xinhua

Agustus tahun lalu, Kantor Umum Dewan Negara China menerbitkan "Opini tentang Menggali Potensi Konsumsi Olahraga dan Mendorong Lebih Lanjut Pengembangan Industri Olahraga Berkualitas Tinggi". Dokumen ini mengusulkan agar berbagai inisiatif unggulan terus dikembangkan, seperti "berwisata untuk menyaksikan pertandingan" serta "membawa ajang olahraga ke kawasan wisata, lingkungan permukiman, dan distrik komersial". Dalam beberapa tahun terakhir, tren "mengunjungi sebuah kota demi menghadiri satu ajang" menjadi pilihan baru bagi semakin banyak kalangan muda.

Lonjakan konsumsi yang didorong oleh tren "berwisata untuk menyaksikan pertandingan" semakin menarik banyak kota untuk bersaing memperebutkan pangsa pasar tersebut. Kemampuan Changchun untuk tampil menonjol dan menjadi tuan rumah ajang e-sport kelas dunia berakar pada kuatnya industri budaya digital dan kreatif yang telah dikembangkan kota itu selama bertahun-tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, dengan memanfaatkan sumber daya talenta dari sejumlah perguruan tinggi seperti Jilin Animation College dan Jilin Academy of Arts, Provinsi Jilin, dengan Changchun sebagai pusatnya, menghimpun hampir 200 perusahaan yang bergerak di bidang animasi dan gim, sehingga ekosistem industri tersebut mulai terbentuk. Di balik kesuksesan film animasi "Ne Zha: The Demon Boy's Rampage in the Sea", yang memecahkan rekor pendapatan box office film animasi di tingkat global, terdapat kontribusi sebuah perusahaan desain animasi yang berbasis di Changchun.

Saat ini, e-sport kian menjadi bahasa universal sekaligus jembatan pertukaran budaya di kalangan generasi muda. Yue Jiaming, (19), mahasiswa dari Changchun University of Technology, juga menjadi sukarelawan dalam turnamen tersebut. Sepanjang penyelenggaraan ajang itu, dia berulang kali memperkenalkan berbagai perubahan yang terjadi di Changchun kepada para pengunjung muda dari berbagai daerah, dengan penuh rasa bangga.

"Dulu, ketika orang menyebut Changchun, yang terbayang adalah mobil dan pabrik. Kota ini dikenal sebagai basis industri lama di wilayah timur laut China," kata Yue Jiaming. "Namun kini, berkat turnamen e-sport ini, semakin banyak anak muda mulai mengenal kembali kota ini. Changchun bukanlah kota yang tua, melainkan kota yang sedang berada di puncak semangat mudanya," ujarnya.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |