Empat indikator yang perlu dijaga untuk kesehatan finansial anak muda

7 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ (NIQ) Indonesia Inggit Primadevi mengatakan terdapat empat aspek yang dapat menjadi indikator untuk menjaga kesehatan finansial seseorang terutama di kalangan anak muda di Indonesia.

"Pentingnya anak muda tidak hanya memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan, tetapi juga memastikan pengelolaan tersebut mencakup kebutuhan saat ini hingga persiapan jangka panjang," kata Inggit dalam acara OCBC Financial Fitness Index 2026 dalam Nyala Festival di Jakarta, Jumat.

Inggit menyebut pada hasil survey Financial FItness Index (FFI) 2026 yang dikeluarkan PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) bersama NielsenIQ, menunjukkan adanya penurunan tipis angka kesehatan finansial anak muda.

Pada tahun ini skor FFI turun menjadi 39,4 dari 40,6 pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tolok ukur bagaimana anak muda bisa memulai memperbaiki kesehatan finansialnya, diantaranya melalui aspek Financial Basic.

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan rumah tangga, cicilan, utang, hingga kewajiban lainnya.

Inggit mengatakan fondasi keuangan perlu dipastikan kuat sebelum seseorang meningkatkan tujuan keuangan ke tahap berikutnya. Artinya, pendapatan perlu dikelola agar kebutuhan pokok dan kewajiban rutin tetap terpenuhi.

Kedua adalah financial safety, indikator ini melihat kesiapan seseorang menghadapi kebutuhan yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau pengeluaran mendesak lainnya.

Salah satu bentuknya adalah menyiapkan dana darurat yang tidak bercampur dengan dana untuk kebutuhan rutin maupun tujuan keuangan lainnya.

"Kalau ada apa-apa, misalnya layoff, sakit, atau hal-hal yang diperlukan, kita cukup punya dana," kata Inggit.

Inggit mengatakan jika sudah bisa menjaga kesiapan dana untuk kebutuhan tak terduga, indikator lainnya bisa diukur dari Financial Growth.

Pada tahap ini pengelolaan keuangan sudah diarahkan untuk mencapai tujuan jangka menengah dan panjang, termasuk investasi serta persiapan dana pensiun.

Inggit mengatakan menabung tidak harus selalu dikaitkan dengan tujuan yang dianggap serius seperti membeli rumah atau menyiapkan pensiun. Tujuan konsumtif seperti liburan juga dapat menjadi tujuan menabung selama direncanakan dalam anggaran dan tidak mengganggu kebutuhan serta keamanan finansial.

"Tidak apa-apa banget kita punya tujuan menabung yang materialistik, selama ada tujuannya," ujarnya.

Terakhir, adalah Financial Freedom ketika seseorang memiliki kemampuan finansial yang lebih kuat sehingga kebutuhan hidup dapat dipenuhi dari sumber daya keuangan yang telah dibangun.

Keempat aspek tersebut, menurut Inggit, menunjukkan bahwa kesehatan finansial bukan semata-mata persoalan besar-kecilnya pendapatan atau gaya hidup seseorang, melainkan bagaimana pendapatan dikelola sesuai dengan kemampuan dan tujuan masing-masing.

Inggit juga menyoroti gaya hidup yang kerap dianggap menjadi penyebab buruknya kondisi keuangan anak muda.

Menurut dia, besarnya alokasi untuk gaya hidup tidak serta-merta menunjukkan kesehatan finansial seseorang rendah.

Seseorang tetap dapat memiliki alokasi gaya hidup yang relatif tinggi selama memiliki dana darurat dan perencanaan keuangan yang memadai.

"Belum tentu orang-orang yang punya lifestyle yang tinggi itu financial fitness-nya jelek. Kalau dia sudah punya dana darurat, sudah punya perencanaan, itu sebenarnya fine-fine saja," katanya.

Ia juga berpesan kepada anak muda untuk membangun kesadaran untuk mengelola keuangan secara seimbang dan dapat membangun kesehatan finansial secara bertahap sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing, dan menetapkan tujuan menuju kebebasan finansial.

Baca juga: LPS bakal perluas kegiatan literasi guna dorong kepemilikan rekening

Baca juga: OJK sebut indeks literasi keuangan masyarakat DIY capai 76,44 persen

Baca juga: RI dorong penguatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di G20

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |