EHG perkuat ekosistem kesehatan berkelanjutan

2 weeks ago 21

Jakarta (ANTARA) - Edelweiss Healthcare Group (EHG) memberikan apresiasi kepada mitra perusahaan asuransi melalui ajang Edelweiss Excellence Award 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja di Indonesia.

“Ajang ini menjadi bentuk apresiasi resmi EHG kepada mitra perusahaan asuransi yang berkontribusi strategis membangun ekosistem layanan kesehatan berkelanjutan,” kata CEO Edelweiss Healthcare Group, dr. Budi Setiawan Djamhoer di Jakarta, Minggu.

Menurut dia Edelweiss Excellence Award 2026 bukan sekadar penyerahan piala, melainkan pengakuan atas kontribusi strategis para mitra.

“Ekosistem perlindungan ketenagakerjaan adalah fondasi penting untuk membangun masyarakat produktif,” kata dia.

Sementara itu, di tingkat holding, EHG terus mempercepat turnaround time pelayanan, mempermudah layanan cashless, serta mengintegrasikan sistem TI untuk pertukaran data yang lebih lancar dengan mitra.

Ia menegaskan komitmen EHG terhadap integritas layanan medis dan berkomitmen penuh pada standar medis etis, tanpa kompromi terhadap praktik overutilization.

Menurut dia seluruh proses administrasi terdokumentasi tertib dan transparan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kapan pun audit atau evaluasi bersama diperlukan.

“Mari bersama memperkuat komitmen meningkatkan employee health productivity, karena tenaga kerja sehat adalah aset utama kemajuan bangsa,” kata dia.

Sementara Board Member Edelweiss Healthcare Group Muhammad Fajrin Rasyid memaparkan pasar asuransi kesehatan Indonesia diproyeksikan tumbuh CAGR atau pertumbuhan tahunan rata-rata suatu investasi atau aset selama periode tertentu sebesar 7,48 persen melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 5 persen per tahun.

Menurut dia pertumbuhan ditopang perluasan cakupan JKN, naiknya permintaan kelas menengah, hingga hadirnya micro-insurance via dompet digital.

Sementara itu, anggaran kesehatan nasional 2026 mencapai Rp244 triliun, naik 15 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini jadi sinyal kuat komitmen pemerintah pada sektor kesehatan,” kata dia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dr. Emira E. Oepangat mengatakan inflasi medis Indonesia saat ini hampir dua lipat inflasi global.

Menurut dia kondisi ini memicu kenaikan premi asuransi per polis sebesar 43,01 persen pada 2024 akibat “repricing” besar-besaran untuk merespons lonjakan rasio klaim.

“Kondisi ini berpotensi mendorong rumah tangga ke kemiskinan, terutama keluarga berpenghasilan rendah tanpa akses asuransi layak,” kata dia.

Baca juga: Transformasi, inovasi kesehatan RI bawa Kemenkes raih dua penghargaan

Baca juga: DKI sabet penghargaan kategori utama UHC 2026

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |