Dubes baru bidik kerja sama strategis dengan Indonesia

2 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Para duta besar negara sahabat yang baru bertugas di Indonesia menyatakan optimisme untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di berbagai sektor, setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

"Kami ingin melakukan upaya terbaik kami untuk membangun jembatan baru tentang kerja sama di lingkungan maritim, logistik, dan transportasi. Saya sangat yakin bahwa kita bisa menjadi kemitraan yang sangat baik dan kuat," ujar Duta Besar Republik Panama untuk Indonesia Bernardo Brea Rodriguez dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden.

Bernardo mengatakan pengalaman pertamanya bertugas di Indonesia meninggalkan kesan positif.

Ia mengaku menerima sambutan hangat sejak pertama kali tiba di Tanah Air dan berharap hubungan kedua negara dapat berkembang lebih erat dengan memanfaatkan posisi strategis Indonesia dan Panama dalam jaringan perdagangan global.

Optimisme serupa disampaikan Duta Besar Republik Portugal untuk Indonesia Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria.

Menurut dia, penugasannya di Indonesia memiliki makna personal karena membuatnya merasa seperti kembali ke rumah.

"Misi saya adalah memperkuat ikatan yang telah kita miliki selama lebih dari lima abad untuk berkontribusi pada dunia yang lebih baik dalam mengatasi berbagai masalah internasional, hal-hal yang harus kita tangani bersama sebagai sebuah dunia," kata Maria.

Baca juga: Di Istana Merdeka, dubes-dubes sampaikan ingin perkuat kemitraan

Sementara itu, Duta Besar Republik Demokratik Rakyat Korea untuk Indonesia Hong Kwang Il mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai 62 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Ia menegaskan komitmennya untuk memperluas hubungan persahabatan dan kerja sama yang selama ini dibangun atas dasar saling menghormati.

"Saya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Demokratik Korea untuk Republik Indonesia akan berusaha untuk meningkatkan dan memperluas lagi hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara kita," ucap Hong Kwang Il.

Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini juga melihat peluang besar bagi Indonesia dan Maroko untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, ketahanan pangan, serta pertukaran budaya generasi muda.

Menurut Redouane, kedua negara memiliki posisi strategis di kawasan masing-masing sekaligus berbagi nilai yang sama dalam menjunjung toleransi dan moderasi.

"Kita memiliki nilai-nilai toleransi dan keterbukaan Islam yang sama, dan saya pikir Indonesia dan Maroko adalah contoh yang baik di bidang ini," tuturnya.

Baca juga: Prabowo terima surat kepercayaan sembilan dubes di Istana Merdeka

Penyerahan surat kepercayaan para duta besar tersebut berlangsung di Istana Merdeka dan menjadi penanda dimulainya masa tugas resmi mereka di Indonesia.

Selain Panama, Portugal, Korea Utara, dan Maroko, surat kepercayaan juga diserahkan oleh duta besar Guatemala, Qatar, Kenya, Fiji, dan Mozambik.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menjelaskan bahwa setelah prosesi penyerahan surat kepercayaan, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan pertemuan ramah tamah bersama para duta besar di Ruang Veranda Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia menyambut para duta besar yang baru bertugas di Indonesia sekaligus menegaskan kembali prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif atau non-aligned.

Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menciptakan keadilan di tengah berbagai tantangan global.

Kementerian Luar Negeri mencatat dengan penyerahan surat kepercayaan pada Selasa dan agenda serupa sehari sebelumnya, total 17 duta besar negara sahabat telah resmi menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari awal penugasan diplomatik mereka di Indonesia.

Baca juga: Presiden Prabowo terima surat kepercayaan delapan dubes di Istana Merdeka

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |