DPR harap bantuan program KLIC Korea tingkatkan kualitas pendidikan

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih berharap bantuan perangkat digital hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui program Korea e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) LEADer dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

"Fasilitas sudah siap, kompetensi guru sudah teruji. Kini, saatnya kita pacu kualitas pembelajaran siswa agar makin adaptif dengan zaman. Semoga di bawah naungan Kemendikdasmen, sinergi strategis semacam ini terus berlanjut demi kualitas pendidikan kita," kata Fikri dikutip di Jakarta, Senin.

Hal itu dia sampaikan usai mengunjungi dan meninjau penyaluran dan penggunaan bantuan perangkat digital berupa laptop, televisi, dan tablet di sejumlah sekolah penerima manfaat di Kabupaten dan Kota Tegal dalam kegiatan masa reses Desember 2025 hingga Januari 2026.

Baca juga: Gubernur Programkan Bantuan Sejuta Laptop Bagi Pelajar

Sekolah-sekolah yang menerima bantuan itu, antara lain adalah SMPN 2 Slawi, SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, dan SMPN 1 Kota Tegal.

“Bantuan ini merupakan realisasi dari program KLIC LEADer. Program yang merupakan sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Korea, Institute of APEC Collaborative Education (IACE), dan Kemendikbudristek kala itu (tahun 2024), yang sekarang menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemediktisaintek)," kata dia.

Fikri memastikan bantuan perangkat digital hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan itu benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Tegal.

Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke daerah pemilihan bukan sekadar seremoni serah terima barang, juga untuk melihat langsung dampak nyata program tersebut di lapangan.

Momen itu, kata dia, juga menjadi ajang reuni antara dirinya dan para kepala sekolah serta guru yang pada Juni 2024 digembleng dalam pelatihan digitalisasi pendidikan secara intensif di Yongsan, Seoul, Korea Selatan.

Menurutnya, integrasi antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan dukungan perangkat keras yang memadai adalah kunci keberhasilan transformasi pendidikan.

Legislator dari daerah pemilihan IX Jawa Tengah itu berharap fasilitas canggih tersebut tidak hanya sebagai pajangan inventaris sekolah, tetapi harus menjadi jembatan bagi para siswa untuk menjangkau wawasan global dan masa depan yang lebih cerah.

Baca juga: Mensos bantu 105 tablet untuk siswa di eks lokalisasi Dolly Surabaya

Baca juga: Kemendikbud anggarkan Rp2,85 triliun untuk BOS afirmasi

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program itu. "Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh pihak sekolah penerima," ucapnya.

Salah satu guru dari SMP Pangeran Diponegoro Balapulang Citra Resmi Evita Dewi mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi program pelatihan dan bantuan sarana yang diterima sekolahnya.

Citra mengakui bahwa setelah mendapat kesempatan langka untuk menimba ilmu secara langsung di Korea Selatan dalam program KLIC on site, kehadiran perangkat pendukung, seperti laptop dan tablet sangat membantu dalam mengimplementasikan ilmu yang ia dapat.

“Bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami,” ujar dia.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |