DPR dorong percepatan Ro-Ro Dumai–Melaka gaet wisatawan ASEAN

3 hours ago 2
Mudahnya akses akan meningkatkan tingkat kunjungan dan investasi ke Indonesia. Apalagi pasar ASEAN yang dominan suku Melayu memiliki kedekatan secara budaya

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong percepatan realisasi jalur penyeberangan Ro-Ro Dumai–Melaka sebagai strategi konkret menangkap potensi wisatawan Asia Tenggara sekaligus menopang sektor industri dan investasi.

“Potensi short haul seperti Asia Tenggara sangat realistis kita garap saat ini. Baik itu potensi wisatawan, pelaku industri atau tujuan ekspor produk Indonesia. Apalagi dengan dinamika pasar global saat ini jadi cerminan bagaimana dunia ini berkembang ke depannya,” kata Hendry Munief dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, penguatan pasar wisatawan jarak dekat (short haul) menjadi langkah adaptif di tengah penurunan kunjungan wisatawan jarak jauh (long haul) akibat dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada mobilitas internasional.

“Saat ini mengejar potensi wisatawan short haul yaitu Negara ASEAN sebagai wisatawan sangat realistis. Apalagi wisatawan kita menurun hingga 1,64 juta akibat konflik dan perang,” ujarnya.

Baca juga: ASDP Ketapang bisa gunakan anggaran pengadaan kapal untuk dermaga baru

Hendry menilai pengembangan jalur Ro-Ro Dumai–Melaka menjadi kunci dalam mempercepat konektivitas kawasan sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor pariwisata tetapi juga perdagangan dan investasi.

“Riau sangat layak sebagai Hub Internasional Indonesia. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang tidak stabil dan cenderung terus naik, maka salah satu alternatif adalah jalur laut. Maka kita usulkan agar rencana pembangunan Roro Dumai-Melaka segera diaktivasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jalur laut melalui Ro-Ro dinilai lebih efisien dan terjangkau sehingga berpotensi meningkatkan minat kunjungan wisatawan dari kawasan ASEAN yang memiliki kedekatan geografis dan budaya dengan wilayah Sumatra, khususnya Riau.

“Mudahnya akses akan meningkatkan tingkat kunjungan dan investasi ke Indonesia. Apalagi pasar ASEAN yang dominan suku Melayu memiliki kedekatan secara budaya dengan daerah Sumatra berbasis Melayu,” kata Hendry.

Baca juga: Otoritas Pelabuhan Ketapang operasikan 36 kapal urai kepadatan

Selain itu, dukungan infrastruktur darat seperti Tol Trans Sumatera dinilai memperkuat konektivitas Dumai dengan berbagai wilayah di Pulau Sumatera, sehingga memperbesar dampak ekonomi dari pengembangan jalur tersebut.

Di sisi lain, ia menyoroti tantangan sektor pariwisata global yang turut mempengaruhi Indonesia. Penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 berdampak pada gangguan penerbangan dari sejumlah hub internasional, yang berujung pada pembatalan ratusan penerbangan menuju Jakarta, Bali dan Medan.

Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan potensi kehilangan sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dengan nilai devisa yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp2,04 triliun.

Dalam konteks itu, Hendry menegaskan pentingnya diversifikasi pasar wisata dan percepatan konektivitas regional sebagai langkah mitigasi untuk menjaga kinerja sektor pariwisata nasional tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Baca juga: ASDP Ketapang operasikan 34 kapal urai kepadatan pada arus balik

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |