DP3A Aceh pastikan pendampingan kelompok rentan terdampak bencana

3 hours ago 3

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memastikan pendampingan kelompok rentan dalam hal ini perempuan dan anak terdampak bencana..

"Di tengah situasi kehilangan, ketidakpastian, dan trauma yang sangat dalam, mereka membutuhkan kehadiran negara yang melindungi dan memastikan rasa aman," kata Kepala DP3A Aceh, Meutia Juliana, di Banda Aceh, Senin.

Meutia mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga beban berat bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

Pascabencana, kata dia, perempuan dan anak menghadapi risiko berlapis, mulai dari gangguan psikologis, keterbatasan akses layanan, hingga potensi kekerasan dan penelantaran.

Karena itu, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, DP3A Aceh telah, sedang dan terus melakukan berbagai langkah-langkah pendampingan terhadap mereka.

Baca juga: Menkes kejar perbaikan 3.265 rumah nakes yang terkena bencana Sumatra

Di antaranya, lanjut Meutia, berkoordinasi secara intensif dengan kabupaten/kota, UPTD PPA, serta jejaring layanan untuk memastikan layanan perlindungan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

Kemudian, memberikan pendampingan dan dukungan psikososial, termasuk bantuan spesifik perempuan dan anak bersama instansi terkait serta beberapa lembaga CSO (masyarakat sipil), guna membantu perempuan dan anak pulih dari trauma akibat bencana.

Serta, memastikan akses layanan rujukan pendampingan dan psikologis, melalui UPTD PPA bersama mitra layanan di daerah, khususnya di wilayah terdampak bencana .

"Kita juga terus memastikan bahwa setiap fasilitas hunian memfasilitasi ruang ramah perempuan dan anak dalam bentuk pos Sapa (sahabat perempuan dan anak)," ujarnya.

Ia menegaskan, DP3A Aceh berkomitmen untuk terus memastikan bahwa perempuan dan anak terdampak bencana tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga terlindungi hak-haknya dan mendapatkan dukungan proses pemulihan.

Dalam kesempatan ini, Meutia mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya di Aceh untuk benar-benar saling peduli dan melaporkan apabila terdapat perempuan dan anak yang terdampak bencana membutuhkan bantuan serta perlindungan.

"Penanganan kelompok rentan akan terus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berperspektif gender serta perlindungan. Untuk itu, mari bersama-sama sali peduli terhadap perempuan dan anak terdampak bencana Aceh," demikian Meutia Juliana.

Baca juga: TNI gunakan heli salurkan logistik wilayah terisolasi di desa Tapteng

Baca juga: 100 keluarga korban banjir di Pidie Jaya diusulkan masuk huntara.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |