Dokter: Orang dewasa pernah vaksinasi campak masih bisa terinfeksi

1 hour ago 2

Tangerang (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital MT Haryono, Erpryta Nurdia Tetrasiwi mengatakan orang dewasa masih bisa terinfeksi penyakit campak meski saat kecil pernah vaksin, apalagi yang tidak memiliki kekebalan tubuh, dapat berisiko alami gejala lebih berat.

Dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Kamis, Erpryta mengatakan faktor penyebabnya adalah kekebalan tubuh yang diperoleh dari vaksinasi saat kecil dapat menurun seiring bertambahnya usia. Jika antibodi turun di bawah ambang batas perlindungan, tubuh kembali rentan terhadap infeksi.

Baca juga: Vitamin A dosis tinggi penting cegah infeksi campak jadi lebih parah

Kemudian, dosis yang tidak lengkap pada dekade sebelumnya yang mungkin hanya mewajibkan satu dosis. Sementara itu, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa dua dosis vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) diperlukan untuk mencapai tingkat perlindungan hingga 97 persen.

"Faktor lain yang dapat membuat orang dewasa kembali terkena campak karena virus ini sangat menular. Sebab, campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus ini dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Tanpa perlindungan imun, penularan di tempat kerja atau transportasi umum sangat tinggi," kata Erpryta.

Berbeda dengan anak-anak yang biasanya pulih dalam satu hingga dua minggu, kasus campak pada orang dewasa sering kali mengalami komplikasi sistemik.

Sebab, virus campak tidak hanya menyebabkan ruam kulit, tetapi menyerang sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan yang memicu berbagai kondisi, seperti pneumonia berat, radang otak, komplikasi jantung dan kebutaan.

Agar orang dewasa tidak terkena campak adalah dengan melakukan vaksinasi MMR yang berfungsi tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga gondongan dan campak jerman (rubella).

"Vaksinasi pada usia dewasa berfungsi sebagai pengingat bagi sistem imun. Apalagi, kalau belum pernah menerima vaksin campak di masa kecil, bisa mendapatkan dosis tambahan sesuai anjuran dokter spesialis penyakit dalam," ujarnya.

Baca juga: IDAI: Campak berisiko tingkatkan infeksi karena turunnya antibodi

Baca juga: Samoa cabut status darurat campak setelah angka infeksi menurun

Bagi wanita yang berencana hamil, Erpryta mengatakan vaksinasi ini menjadi sangat penting, karena campak dan rubella pada masa kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kecacatan bawaan pada bayi. Vaksinasi MMR harus dilakukan setidaknya satu bulan sebelum memulai program kehamilan.

Ia mengatakan melakukan vaksinasi sekarang adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk menghindari rawat inap yang mahal dan komplikasi permanen.

"Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala demam dan ruam tetap menjadi protokol tambahan yang penting dilakukan selama masa wabah," kata dia.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |