Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merealisasikan rencana perombakan gapura batas kota hingga kecamatan yang ada Jakarta agar lebih memperlihatkan nuansa Betawi dan mewajibkan pemakaian ornamen Betawi.
“Segera dimulai. Karena kemarin kan anggaranya baru, anggaran tahun ini, tahun 2026,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Pusat, Minggu.
Pramono mengatakan, nantinya beberapa papan iklan (billboard), batas-batas kecamatan hingga tempat-tempat utama seperti Blok M, Pasar Baru, Pecinan Glodok dan sebagainya akan dihiasi ornamen Betawi.
Di sisi lain, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo menilai bahwa rencana tersebut merupakan peluang emas yang diberikan oleh Gubernur Jakarta kepada masyarakat Betawi.
“Jadi kalau kaum Betawi tidak bisa memanfaatkan ini, yang salah bukan dia. Yang salah bukan pemerintah provinsi. Yang salah adalah orang Betawi,” katanya.
Baca juga: Pramono ingin sejarah dan budaya Betawi jadi materi pendidikan sekolah
Karena itu, eks Gubernur Jakarta yang akrab disapa Foke itu mengimbau agar seluruh kaum Betawi dapat bersatu.
Dengan demikian, diharapkan warga Betawi bisa menyusun strategi dan merespon apa yang diharapkan oleh Gubernur Jakarta saat ini.
Sebelumnya, Pramono mengatakan bahwa pihaknya bakal merombak gapura batas kota hingga kecamatan yang ada Jakarta agar lebih memperlihatkan nuansa Betawi dan mewajibkan pemakaian ornamen Betawi.
"Nanti saya akan rombak gapura batas kota, batas kecamatan, seluruhnya harus ada ornamen Betawi," kata Pramono.
Baca juga: DKI ingin selenggarakan haul ulama dan pejuang Betawi
Pramono menyebutkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 pasal 31 ayat 1 tentang Prioritas Adat di Jakarta Setelah Tidak Menjadi Daerah Khusus Ibu Kota, prioritas utamanya adalah Betawi. "Jadi tidak boleh setengah-setengah," ujarnya.
Bahkan, Pramono juga menyebut telah menyiapkan arsitek terbaik di Jakarta untuk membuat konsep ulang desain penanda batas wilayah tersebut.
"Saya bilang warnanya harus Betawi, sekarang warnanya tanggung, Betawi kagak, nasional kagak. Saya ingin memberikan warna Betawi yang sebenar-benarnya," katanya.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































