Jakarta (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan peletakan batu pertama fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas berbentuk melingkar yang disebut Jembatan Cincin Donat, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang ditargetkan rampung pada 2028.
“Pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas secara resmi saya nyatakan dimulai. Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta menjadi semakin baik transportasinya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Jakarta, Minggu.
Fasilitas khusus pejalan kaki ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, dan Transjakarta, dan kereta bandara.
Fasilitas tersebut dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Nantinya, akan ada area komersial yang menghubungkan jalur pergerakan pejalan kaki di jembatan tersebut.
“Saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup, terintegrasi secara keseluruhan dan city check-in,” kata Pramono.
Dia menyampaikan belum ada nama resmi untuk pedestrian deck tersebut. Oleh karenanya, Pemprov akan membuka sayembara kepada publik untuk penamaan yang tepat fasilitas pejalan kaki itu.
“Sekarang ini ada yang menamakan Cincin Donat. Karena memang ini nanti bentuknya seperti donat,” kata Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan prestasi Jakarta yang kini menduduki peringkat kedua untuk transportasi publik terbaik di ASEAN setelah Singapura, nomor delapan di Asia, nomor tujuh belas di dunia.
Jakarta juga menempati peringkat ke-53 dunia dalam daftar 100 Kota Terbaik di Dunia (World's Best Cities) 2026 yang dirilis perusahaan konsultan di Brussel, Belgia, Resonance Consultancy. Posisi tersebut melampaui Washington DC, Amerika Serikat yang berada di posisi ke-57.
"Dan Jakarta sekarang di dalam 100 kota atau capital city dunia. Jakarta lebih baik dari Washington DC," kata dia.
Baca juga: Jalan Rasuna Said rampung ditata, Pramono yakin jadi ikon baru Jakarta
Baca juga: Jakarta duduki posisi ke-53 Kota Terbaik Dunia
Baca juga: DKI tawarkan Singapura untuk investasi bangun MRT Fase 3-4 dan TOD
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































