Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadi rumah bagi seluruh agama, maka diharapkan warga dapat terus menjaga toleransi antarumat beragama.
"Kami sudah bertekad mewujudkan Jakarta ini bisa menjadi rumah untuk seluruh warga, seluruh agama dan inilah toleransi harus kita juga jaga," kata Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, salah satu upaya mewujudkan komitmen itu, Pemprov DKI berkolaborasi dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyelenggarakan Festival Pecinan sejak 24 Januari hingga 2 Februari 2025.
Baca juga: Kanwil Kemenag DKI ajak warga perkuat kerukunan lewat momen Imlek
"Ini menjadi upaya melestarikan budaya masyarakat Tionghoa Indonesia dalam merayakan Imlek yang tak terpisahkan dari keragaman budaya Indonesia," kata Teguh.
Dia mengatakan dengan mengusung tema "Akulturasi Budaya Tionghoa Peranakan Nusantara", Festival Pecinan mempresentasikan tradisi budaya Tionghoa Peranakan yang telah berpadu dengan budaya lokal khususnya dengan budaya Betawi
Hal itu tercermin dalam berbagai wujud, antara lain kesenian, pakaian khas dan kuliner yang ada di lingkup Betawi.
Baca juga: TMII gelar Festival Pecinan meriahkan perayaan Imlek
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) TMII Intan Ayu Kartika menargetkan sebanyak 90.000 pengunjung dapat menghadiri Festival Pecinan.
"Sampai pagi ini, sudah 70.000 pengunjung. Dan semoga semakin terus bertambah setiap harinya melebihi target yang kita rencanakan," ujar dia.
Intan mengatakan Festival Pecinan merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa.
Dalam festival ini, dihadirkan beragam aktivitas termasuk bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) makanan Pecinan, Festival Lentera Desa Timun, atraksi barongsai akrobatik, liong dance hingga parade budaya Festival Pecinan akulturasi budaya yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta ragam tari nusantara spesial Pecinan.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025