Disnaker Cirebon fasilitasi program KUR bagi PMI tujuan Jepang

2 hours ago 4

Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memfasilitasi program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan di Jepang.

“Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank BJB Cabang Sumber dan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat (LPPR),” kata Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto, di Cirebon, Kamis.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bentuk pelaksanaan program pemerintah pusat terkait pembiayaan bagi PMI melalui skema KUR.

Pemerintah daerah, kata dia, berperan memastikan calon PMI memperoleh akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan tidak memberatkan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Ini menjadi komitmen kami untuk menindaklanjuti program KUR PMI, agar pembiayaan bisa diakses dengan mudah dan tidak membebani para pekerja,” katanya.

Ia menjelaskan biaya penempatan menjadi salah satu kendala utama bagi calon PMI tujuan Jepang, sehingga diperlukan dukungan pembiayaan yang jelas dan terukur.

Penyaluran KUR pada tahap awal, difokuskan untuk penempatan PMI ke Jepang karena kerja sama kelembagaan sudah terbangun.

“Jika seluruh berkas sudah masuk dan kontrak ditandatangani, maka KUR dapat segera disalurkan,” ujarnya.

Novi menuturkan saat ini dari total 65 calon PMI yang mengikuti program, sebanyak enam orang telah diberangkatkan ke Jepang.

Baca juga: Disnaker: 43,65 persen pekerja migran Cirebon bekerja di sektor formal

Sedangkan, lanjut dia, sekitar 25 orang lainnya masih menunggu proses penyelesaian dokumen seperti visa kerja dan paspor.

“Selama ini banyak yang terpaksa meminjam uang ke pihak lain dengan bunga besar. Dengan KUR, beban mereka menjadi jauh lebih ringan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai pembiayaan KUR bagi calon PMI ke Jepang berkisar antara Rp35 juta hingga Rp40 juta, sementara biaya pelatihan telah ditanggung oleh program.

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan pendampingan bagi keluarga PMI melalui program pemberdayaan ekonomi.

Pendampingan tersebut, kata Novi, diarahkan pada pengembangan usaha mikro agar keluarga PMI memiliki aktivitas ekonomi produktif selama anggota keluarganya bekerja di luar negeri.

“Pola UMKM akan kita jalankan. Orang tua PMI akan berwirausaha dengan dukungan dana dari anak-anaknya yang bekerja di Jepang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bank BJB Cabang Sumber Kurniawan Teguh Ariwinarto mengatakan pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan fasilitas KUR khusus bagi peserta magang Jepang binaan LPPR.

Sesuai ketentuan BP2MI, kata dia, batas maksimal pembiayaan mencapai Rp45 juta dengan skema KUR tanpa agunan dan suku bunga sebesar enam persen per tahun.

Baca juga: Disnaker Cirebon minta calon pekerja migran waspada jadi korban TPPO

“KUR ini berada di bawah plafon Rp100 juta dan diberikan tanpa agunan,” kata Kurniawan.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |