Dirut PLN IP: Kolaborasi jadi kunci transisi energi di Asia Tenggara

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam mendorong percepatan transisi energi di Asia Tenggara.

"Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi transisi energi melalui pengembangan teknologi bersih, termasuk hidrogen di kawasan," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kolaborasi dengan mitra internasional di Asia Tenggara, seperti Vietnam Electricity (EVN) merupakan langkah penting untuk mempercepat adopsi inovasi, meningkatkan kapabilitas, serta memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem energi berkelanjutan di tingkat global.

Pada Kamis (2/4/2026), PLN IP melalui Hydrogen Center Senayan menerima kunjungan delegasi EVN dalam rangka kegiatan benchmarking sebagai bagian dari Exchange and Learning Program between EVN-PLN Indonesia and Its Subsidiaries dengan tema "Enhancing the Efficiency of Thermal Power Plants".

Bernadus menambahkan kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi regional, khususnya dalam pengembangan inovasi energi dan peningkatan efisiensi pembangkit listrik di kawasan Asia Tenggara.

"Kegiatan ini menegaskan komitmen PLN Indonesia Power dalam memperkuat sinergi global, mendorong inovasi teknologi, serta meningkatkan efisiensi pembangkit guna mendukung sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan," jelasnya.

Delegasi EVN yang hadir antara lain Deputy Director Phu My Thermal Power Company EVNGENCO3 Le Vu Trung dan Deputy Director Operation Services Center EVNGENCO3 Nguyen Xuan Hai.

Sementara, dari PLN Group turut hadir Vice President Pengembangan Bisnis Dekarbonisasi dan Manajemen Energi PT PLN (Persero) Ricky Cahya Andrian dan Manager Engineering PLN Indonesia Power UBP Priok Ary Rachmat.

Ricky Cahya mengatakan pengembangan hidrogen merupakan bagian penting dari strategi PLN dalam mendukung target dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

"PLN terus mendorong pengembangan ekosistem hidrogen sebagai salah satu solusi energi masa depan yang bersih dan efisien, sekaligus membuka peluang kolaborasi global untuk mempercepat implementasinya di Indonesia," ujarnya.

Sementara, Ary Rachmat menyampaikan kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar kedua perusahaan.

"Melalui benchmarking ini, kami berharap dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus mendorong akselerasi implementasi teknologi hidrogen sebagai bagian dari transformasi pembangkit menuju sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," sebutnya.

Baca juga: Dewan Energi Nasional gandeng Pertamina-PLN bahas kompor listrik

Baca juga: ESDM: Konflik di Timteng jadi momentum RI akselerasi transisi energi

Baca juga: Menteri ESDM tegaskan kawal arahan Presiden untuk transisi energi

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |