Wasior (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menyatakan pelaksanaan imunisasi campak rubella di wilayah setempat sebagai bagian dari penanganan kejadian luar biasa (KLB) telah mencapai 99 persen.
Plt Kepala Dinkes Teluk Wondama dr Alberth Kapitarauw di Wasior, Jumat, mengatakan capaian tersebut setelah dilakukan intervensi oleh tim Dinkes Papua Barat menyusul adanya temuan kasus positif.
"Imunisasi telah menjangkau 1.691 dari 1.703 balita usia 9-59 bulan yang menjadi sasaran imunisasi," katanya.
Dia menjelaskan, sembilan sampel dari 15 pasien yang teridentifikasi dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya enam sampel dinyatakan positif.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pemerintah kabupaten kemudian menetapkan status KLB yang merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/1077/2026.
"Penetapan status KLB juga mengacu pada Surat Edaran Dinkes Papua Barat Nomor 400.7.7.1/0400/DK-PB/IV/2026," ujarnya.
Menurut dia, penetapan status KLB langsung dikoordinasikan dengan Dinkes Papua Barat untuk melakukan langkah penanganan terpadu di wilayah terdampak, seperti Distrik Wasior dan Wondiboi.
Tim dari provinsi bersama kabupaten bergerak cepat selama hampir delapan hari menggencarkan promosi kesehatan serta langkah preventif yang difokuskan pada wilayah kerja puskesmas terdampak.
"Intervensi tersebut mendorong penurunan status wilayah dari KLB menjadi waspada," ucapnya.
Alberth berharap dalam enam minggu ke depan tidak muncul kasus baru, sehingga status waspada tidak perlu diperpanjang dan selama masa evaluasi, upaya promotif dan preventif tetap dilakukan.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar kasus campak rubella bisa ditekan," ujarnya.
Sementara itu, Pengelola Program Imunisasi Dinkes Papua Barat Hendrik Marisan menambahkan, pelaksanaan outbreak response immunization (ORI) campak rubella dimulai 21–30 April 2026.
Ada dua kabupaten di Papua Barat yang menjadi prioritas yaitu Teluk Wondama dan Fakfak sebagai bagian dari respon cepat pemerintah provinsi dalam penanggulangan KLB campak rubella.
Menurut dia cakupan imunisasi di Teluk Wondama mencapai 99 persen, dengan rincian Puskesmas Wasior 99 persen atau 1.450 dari 1.462 sasaran dan Puskesmas Wondiboi 100 persen atau 241 sasaran.
Capaian tersebut melampaui target nasional minimal 95 persen dan merupakan hasil sinergisitas seluruh tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat setempat.
“Meskipun target telah terlampaui, pelayanan imunisasi tetap dilanjutkan untuk menjangkau sasaran yang belum terlayani,” ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































