Makassar (ANTARA) - Ratusan diaspora Muslim Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijiriah tahun 2025 di Prefektur Kochi, Jepang, dengan penuh khidmat meski jauh dari tanah airnya.
"Kami berharap komunitas Muslim di Kochi semakin berkembang dan semakin dikenal masyarakat Jepang. Kami di sini ingin lebih banyak orang memahami Islam adalah agama yang damai, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan," kata Ketua Kochi Muslim Family Muh Agra Rully Putra melalui siaran persnya, Rabu.
Ia mengemukakan perayaan Idul Fitri tahun ini di Kochi, Jepang memberikan kesan mendalam bagi para diaspora Muslim. Sebab, di tengah keterbatasan, mereka tetap berusaha menjaga kebersamaan dan nilai-nilai Islam.
Selain itu, semangat para diaspora bukan hanya tentang mempertahankan identitas keislaman, tetapi juga membangun jembatan pemahaman antara Islam dan budaya Jepang.
Rencananya, Kochi Muslim Family berencana mengadakan kegiatan keislaman, memperkuat hubungan antarmuslim, serta mengajak masyarakat Jepang untuk lebih mengenal Islam. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan dalam komunitas Muslim di Jepang dapat menghubungi email [email protected] atau Instagram @kochimuslimfamily.
Selama awal Ramadhan, Agra Rully bilang, komunitas Muslim di Kochi kebanyakan melaksanakan ibadah di Masjid Al-Fatih. Masjid ini merupakan bukti nyata perjuangan dan pencapaian komunitas Muslim dalam menjaga identitas keislaman di Jepang.
Baca juga: KBRI Nairobi gelar halalbihalal perkuat silaturhami
"Tidak mudah membangun rumah ibadah di negeri yang bukan mayoritas Muslim. Kami menghadapi berbagai tantangan, mulai dari izin hingga dukungan dana. Tetapi alhamdulillah, dengan tekad dan kebersamaan, kita bisa mewujudkan tempat ini sebagai pusat Islam di Kochi," ujarnya.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini memiliki peran strategis sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam, dan kegiatan sosial, serta menjadi tempat bagi mualaf Jepang yang ingin lebih memahami Islam, serta menjadi penghubung antara komunitas Muslim dan masyarakat Jepang yang ingin mengenal Islam lebih dekat.

Salat Idul Fitri
Masjid Al-Fatih dijadikan pusat pelaksanaan shalat Idul Fitri di Kochi. Sekitar 400-an orang datang mengenakan pakaian terbaik, meskipun sederhana, mereka membawa semangat dalam hatinya. Ada yang datang bersama keluarga kecilnya, pelajar, mahasiswa maupun orang perantau. Takbir menggema menjadi saksi bisu menjawab kerinduan di kampung halaman.
Ustadz Uwais El Marosy sebagai imam sekaligus penceramah dalam khutbahnya mengingatkan bahwa meskipun jauh dari tanah air, makna Idul Fitri tetaplah sama di hari kemenangan bagi mereka yang telah berjuang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan.
"Hari ini kita merayakan kemenangan bukan hanya atas sebulan penuh berpuasa, tetapi juga atas perjuangan kita sebagai Muslim di negeri minoritas. Kita mungkin jauh dari keluarga, tetapi kita memiliki saudara seiman yang selalu bersama. Di sinilah esensi Idul Fitri, yaitu merajut ukhuwah Islamiyah di mana pun kita berada," ucapnya
Usai salat ied, suasana haru menyelimuti saat sesi Halal bihalal dimulai, pelukan dan salam penuh makna terlihat di antara para jamaah. Rasa rindu pada keluarga di tanah air seolah sedikit terobati dengan kehangatan saudara seiman di perantauan.
Pekerja asal Indonesia Cahyono yang tinggal di Jepang selama dua tahun menyampaikan rasa haru yang sulit dijelaskan, meski tidak bisa mudik lebaran untuk mencium tangan orang tuanya, namun suasana di Masjid itu, ia menemukan keluarga baru dan tidak sendirian berlebaran.
Naufal pelajar baru setahun tinggal di Kochi, Jepang menuturkan hadirnya Masjid Al-Fatih sebagai rumah spiritual yang bisa menguatkan imannya, juga menambah ilmu agama di perantauan.
Hal senada disampaikan Muh Satria, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jepang ini menyampaikan permohonan maaf kepada kedua orang tuanya di Indonesia.
Baca juga: KJRI Frankfurt gelar halalbihalal jembatani silaturahmi diaspora RI
Baca juga: KBRI Washington sambut WNI yang antusias rayakan Idulfitri
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025