Istanbul (ANTARA) - Menteri Ekonomi Ukraina, Yulia Svyrydenko, pada Kamis (3/4) mengatakan tarif timbal balik yang dikenakan AS terhadap Kiev adalah sulit, tetapi tidak kritis.
Pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif minimum 10 persen untuk impor dari semua negara yang akan berlaku mulai 5 April 2025, dengan tarif untuk barang-barang dari Uni Eropa ditetapkan sebesar 20 persen.
Trump mengatakan keputusannya merupakan "deklarasi kemerdekaan ekonomi" dan akan membantu AS kembali ke "masa keemasannya.” Ia juga mengimbau para pemimpin asing "yang sebentar lagi akan menelepon untuk meminta pengecualian terhadap tarif ini."
"Apa arti tarif baru AS bagi Ukraina? Ini sulit, tetapi tidak kritis," kata Svyrydenko dalam sebuah pernyataan di media sosial X.
Menjelaskan bahwa tarif umum 10 persen akan berlaku untuk Ukraina, ia mengatakan tidak ada tarif terpisah yang lebih tinggi secara khusus dikenakan pada Ukraina seperti dalam kasus negara tetangga Moldova atau Uni Eropa.
Svyrydenko juga mengatakan bahwa Ukraina memiliki volume ekspor sebesar 874 juta dolar AS (Rp14,5 triliun) ke Amerika Serikat tahun lalu, dengan 363 juta dolar AS (Rp6 triliun) untuk besi tuang dan 112 juta dolar AS (Rp1,85 triliun) untuk pipa.
Ia menambahkan bahwa Kiev membeli barang senilai 3,4 miliar dolar AS (Rp56,3 triliun) dari Amerika Serikat selama periode tersebut.
"Oleh karena itu, sekarang kita memiliki kesempatan untuk menyetujui kondisi lain – pernyataan Amerika dengan jelas menunjukkan kemungkinan ini," ujar Svyrydenko.
Ia berpendapat bahwa tarif yang diberlakukan AS akan berdampak pada produsen kecil jika situasinya tetap seperti sekarang. Oleh karena itu, Kiev sudah bekerja untuk memastikan bahwa negaranya mendapatkan kondisi yang lebih baik, tambahnya.
"Kami mengekspor lebih dari 600 kategori barang ke AS, … termasuk 65 jenis produk dengan nilai lebih dari 1 juta dolar AS (Rp16,6 triliun). Ukraina memiliki sesuatu untuk ditawarkan kepada AS sebagai sekutu dan mitra yang dapat diandalkan. Kedua negara kita diuntungkan dari tarif yang adil," kata menteri tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: EU siapkan langkah balasan terhadap tarif 20 persen AS ke produk Eropa
Baca juga: PM Kanada sebut negaranya akan lawan tarif AS dengan tindakan balasan
Baca juga: PM Australia sebut tarif 10 persen Trump sepenuhnya 'tidak berdasar'
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025