Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri menyambangi Istana Kepresidenan pada Selasa sore murni untuk memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai pertumbuhan ekonomi.
“Pertemuan tadi adalah pure (murni) memberikan masukan soal bagaimana kemudian menambah pertumbuhan ekonomi. Saya tadi sudah konfirmasi, tidak ada kemudian pembicaraan-pembicaraan lain,” kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.
Dasco menyampaikan hal itu merespons pertanyaan wartawan terkait kedatangan Chatib Basri ke Istana di tengah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut dia, berdasarkan konfirmasi yang diterimanya, Chatib maupun Luhut menghadap Presiden dalam kapasitas sebagai bagian dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
“Memang satu-dua hari ini, ada isu-isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan sumber kebenarannya, tapi tadi saya sudah konfirmasi bahwa pertemuan hari ini adalah murni menerima masukan dari DEN yang diketuai oleh Pak Luhut dan Pak Chatib Basri sebagai anggotanya,” ucap Dasco.
Menurut Dasco, DEN memberikan masukan kepada Presiden perihal strategi pertumbuhan ekonomi, sebagai tambahan pertimbangan untuk keperluan pengambilan langkah yang dianggap perlu oleh Presiden Prabowo.
“Masukan-masukan yang positif ini menurut saya adalah masukan yang berharga bagi Presiden untuk pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya.
Baca juga: Prabowo panggil Luhut dan Chatib Basri ke Istana pada Selasa sore
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri tiba bersamaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 15.30 WIB.
Keduanya memilih irit bicara saat ditanya mengenai agenda pertemuan dengan Kepala Negara. Terlepas dari itu, Chatib membenarkan dirinya menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan Presiden.
Baca juga: Prabowo bahas ketahanan ekonomi dengan Luhut di Istana
Baca juga: Luhut lapor hasil simulasi ke Prabowo, ekonomi stabil 3 bulan ke depan
Baca juga: DEN: Ketahanan energi dan transisi energi harus jalan bersama
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































