China puji bincang telepon Trump-Putin ada solusi damai perang Ukraina

1 week ago 8

Istanbul (ANTARA) - China pada Kamis (13/2) memuji pembicaraan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menekankan pentingnya penyelesaian damai atas perang di Ukraina, menurut laporan media pemerintah.

“Rusia dan AS adalah kekuatan besar yang berpengaruh, dan kami senang melihat Rusia dan AS memperkuat komunikasi serta dialog mengenai berbagai isu internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, kepada wartawan di Beijing.

Pernyataan dari Beijing ini muncul setelah Trump pada Rabu menyatakan bahwa ia melakukan percakapan yang "panjang dan sangat produktif" dengan Putin. Ia juga mengungkapkan bahwa delegasi kedua negara sepakat untuk “segera memulai negosiasi” guna mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Trump juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Setelah itu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia dan Putin kemungkinan akan segera bertemu di Arab Saudi untuk membahas perundingan damai terkait Ukraina.

Guo menegaskan bahwa China “selalu berkeyakinan bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan krisis ini dan terus mendorong upaya perdamaian.”

“China mendukung segala upaya yang dapat berkontribusi pada penyelesaian damai krisis ini,” tambahnya.

Percakapan telepon itu terjadi setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa mengembalikan Ukraina ke perbatasan sebelum 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea, tidak realistis.

Ia juga menegaskan bahwa AS tidak menganggap keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bagi Kiev sebagai bagian dari penyelesaian negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Sekjen NATO tegaskan perlu perkuat Ukraina sebelum pembicaraan damai

Baca juga: Eropa janjikan dukungan lebih kuat untuk Ukraina

Baca juga: Spanyol tekankan perjanjian damai Rusia-Ukraina yang adil buat Eropa

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |