Beijing (ANTARA) - Hasil pengentasan kemiskinan di China terus diperkuat dan diperluas secara konsisten, dengan pendapatan per kapita di pedesaan menunjukkan kenaikan yang stabil, menurut laporan Dewan Negara China.
Laporan mengenai penguatan pencapaian pengentasan kemiskinan dan pemajuan revitalisasi pedesaan itu telah diajukan untuk dibahas dalam sidang Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), badan legislatif tertinggi negara tersebut, yang dibuka pada Selasa (25/8).
Menurut laporan tersebut, pendapatan siap dibelanjakan per kapita (per capita disposable income) penduduk pedesaan di wilayah-wilayah yang telah keluar dari daftar kemiskinan meningkat dari 12.588 yuan (1 yuan = Rp2.634) pada 2020 menjadi 18.627 yuan pada 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 8,2 persen.
Laporan tersebut juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam infrastruktur pedesaan dan layanan publik, serta menyempitnya kesenjangan pembangunan dibandingkan dengan daerah-daerah lain.
Bantuan di bidang industri dan ketenagakerjaan telah ditingkatkan, dan berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga stabilitas lapangan kerja bagi mereka yang telah berhasil keluar dari kemiskinan.
Jumlah orang dari kelompok tersebut yang memiliki pekerjaan telah melampaui 32 juta jiwa, tutur laporan itu.
Selain itu, laporan tersebut juga mengakui adanya tantangan yang terus berlanjut, termasuk risiko jangka panjang kembali jatuh ke dalam kemiskinan serta lemahnya fondasi pembangunan di daerah-daerah yang kurang berkembang.
Ke depannya, bantuan rutin akan diintegrasikan ke dalam strategi revitalisasi pedesaan secara keseluruhan, dengan menempatkan masyarakat yang berisiko kembali jatuh ke dalam kemiskinan serta daerah-daerah yang kurang berkembang tetap menjadi target utama bantuan.
Pendekatan ini akan menggabungkan dukungan yang berorientasi pada pembangunan dengan sistem jaminan sosial yang kokoh untuk menjamin mata pencaharian dasar, papar laporan tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































