Cegah tawuran di Pondok Kopi, Pemkot Jaktim tutup akses jalur pinggir rel

1 month ago 8

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menutup akses pagar atau tembok pembatas jalur rel kereta api yang selama ini rusak dan menjadi jalur keluar masuk pelaku tawuran.

"Untuk sementara, dilakukan penutupan sebagai langkah pencegahan, sembari berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu PT KAI (Kereta Api Indonesia) agar dilakukan perbaikan secara permanen," kata Lurah Pondok Kopi Sandy Adamsyah di Jakarta, Jumat.

Dia pun mengaku pihaknya bersama Bhabinkamtibmas, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan TNI/Polri telah meninjau lokasi pagar yang rusak.

Menurut dia, akses melalui pagar rel kereta api yang rusak itu menjadi salah satu faktor yang memudahkan pelaku memasuki lokasi tawuran.

Terlebih, tawuran yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu itu melibatkan warga Kelurahan Pulogebang dan l Penggilingan, serta Kecamatan Cakung dengan warga Kelurahan Bintara, Kota Bekasi.

"Kami terus memperkuat langkah pencegahan tawuran di wilayah atau sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit ini," ujar Sandy.

Baca juga: Pramono minta seluruh Wali Kota lakukan pendekatan untuk cegah tawuran

Selain itu, pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan Kepala Stasiun Klender Baru, dan segera mengajukan surat kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar dilakukan perbaikan permanen pada pagar pembatas di sepanjang jalur rel wilayah Pondok Kopi.

Tak hanya penutupan akses, Pemerintah Kelurahan Pondok Kopi juga segera membentuk posko pemantauan terpadu di titik rawan tawuran.

Posko tersebut melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk melakukan pengawasan secara bergiliran.

"Kami juga mengajak seluruh unsur di wilayah Pondok Kopi untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Nantinya, dibuat jadwal piket guna memantau wilayah yang rawan terjadi tawuran," tutur Sandy.

Lebih lanjut, dia mengajak Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan guna mencari akar persoalan serta menyusun langkah pencegahan tawuran secara berkelanjutan.

Baca juga: Polisi tangkap delapan pemuda yang hendak tawuran di Jaktim

Sementara itu, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pondok Kopi Ega Harimurti menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, para pelaku tawuran itu bukan berasal dari warga Kelurahan Pondok Kopi, tetapi hanya menjadikan wilayah tersebut sebagai lokasi bentrokan.

"Kami sangat prihatin karena Pondok Kopi hanya dijadikan arena tawuran. Jangan sampai kondisi ini memengaruhi anak-anak dan remaja di wilayah kami untuk ikut terlibat," ungkap Ega.

Dia menuturkan penanganan tawuran harus dilakukan secara lintas wilayah dan melibatkan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, PT KAI, serta pemerintah wilayah yang warganya terlibat dalam tawuran.

Lebih lanjut, dia berharap penutupan akses di sepanjang jalur rel itu menjadi langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Saya berharap kolaborasi semua pihak dapat segera diwujudkan sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan Jakarta Timur dan Kota Bekasi dapat terus terjaga," ucap Ega.

Baca juga: Polisi ajak warga cegah tawuran lewat "Jaga Jakarta On The Spot"

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat rekonsiliasi dan literasi digital cegah tawuran

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |