Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang meninggal dunia pada Senin pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kita semua berduka atas kepergian Bapak Try Sutrisno. Beliau telah menorehkan sejarah pengabdian yang panjang untuk Indonesia,” ujar Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, Try Sutrisno meninggalkan warisan kepemimpinan dan komitmen dalam menjaga persatuan bangsa selama masa pengabdiannya di pemerintahan maupun militer.
“Kita belajar bahwa jabatan adalah amanah, dan pengabdian adalah kehormatan. Beliau telah menuntaskannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Cak Imin juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdianmu untuk Indonesia,” tuturnya.
Baca juga: Try Sutrisno wafat, Mensesneg: Kita berdukacita sangat mendalam
Kabar wafatnya Try Sutrisno dibenarkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD Garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik," kata Prasetyo saat dikonfirmasi.
Jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke kediaman di kawasan Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum proses penghormatan dan pemakaman lebih lanjut.
Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan yang pernah menjabat Wakil Presiden RI periode 1993–1998. Kepergiannya menambah daftar tokoh bangsa yang berpulang pada 2026, sekaligus menjadi momentum refleksi atas kontribusi dan pengabdian para pemimpin nasional bagi Indonesia.
Baca juga: Istana: Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno putra terbaik bangsa
Baca juga: Kapolri sampaikan dukacita atas wafatnya Try Sutrisno
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































