Jakarta (ANTARA) -
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meninjau langsung Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua yang mengalami kerusakan karena sehingga mengalami kendala produksi.
“Kami ingin memastikan kondisi sarana produksi dan distribusi air bersih bagi masyarakat, sehingga tidak ada kendala yang berkepanjangan,” kata Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Kamis.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan PAM JAYA untuk memastikan kendala pada fasilitas SWRO dapat segera ditangani.
Hal ini karena ketersediaan air bersih sangat penting bagi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut
Fadjar memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dan setiap kendala teknis segera ditangani agar produksi maupun distribusi air dapat kembali normal.
Ia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan bersama jajaran terkait agar perbaikan tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memastikan kualitas air yang dihasilkan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami akan kawal proses perbaikan tersebut dan setelah beroperasi kembali, air yang dihasilkan harus dipastikan aman dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Koordinator SWRO PAM JAYA Pulau Kelapa Dua Andi Ardiansyah mengatakan terdapat beberapa kendala yang menyebabkan SWRO tidak dapat berproduksi secara normal.
“Pertama, sensor pembaca tekanan membran tidak terbaca sehingga membuat mesin high pressure mati-hidup. Kemudian, air hasil produksi juga berbau,” kata Andi.
Andi menjelaskan kondisi air yang berbau disebabkan kerusakan pada pompa lumpur yang mengakibatkan lumpur mengendap dan masuk ke jalur produksi.
Selain itu, bahan kimia sodium hypochlorite (NaOCl) yang digunakan dalam proses pengolahan air juga telah habis.
“Pihak PAM JAYA telah menjadwalkan pengiriman teknisi dari kantor pusat untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan tersebut pada 14 Agustus mendatang,” kata dia.
Secara kapasitas, SWRO Pulau Kelapa Dua memiliki waktu produksi sekitar 22 jam per hari dengan hasil produksi sekitar 19 meter kubik per hari.
Sementara itu, waktu distribusi kepada masyarakat sekitar dua jam per hari, dengan volume distribusi berkisar 15 hingga 20 meter kubik per hari.
Baca juga: Pemkab tingkatkan kapasitas BWRO penuhi kebutuhan air di Pulau Kelapa
Baca juga: Pemkab percepat pemeliharaan infrastruktur penyedia air bersih
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































