Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong siswa baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas membangun karakter mandiri dan disiplin sejak dini sebagai bekal menghadapi proses pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.
"Lebih dari sekadar perkenalan sekolah, MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) ini adalah proses untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih disiplin, dan lebih siap untuk belajar," katanya kepada 80 siswa SNT 2 Banyumas di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.
Dalam hal ini, sebanyak 80 siswa baru SNT 2 Banyumas yang terdiri atas 40 siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan 40 siswa jenjang sekolah menengah atas (SMA) diberangkatkan menuju Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah di Semarang untuk mengikuti MPLS bersama siswa baru SNT 14 Jepara.
Ia mengatakan para siswa patut bersyukur karena berhasil lolos dari banyak pendaftar SNT dan harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar serta mengembangkan diri.
Ia meminta siswa tidak takut mempelajari hal-hal baru dan terus berusaha apabila belum memahami atau menguasai sesuatu.
"Kalau belum paham, belajar lagi. Kalau belum bisa, belajar lagi. Jangan takut untuk belajar hal-hal baru," katanya.
Baca juga: Menko PMK: Penyelenggaraan SNT transformasikan tata kelola pendidikan
Menurut dia, MPLS juga menjadi kesempatan bagi siswa menambah teman, belajar menghargai perbedaan, dan membangun persahabatan.
Ia mengatakan keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan nilai akademik, juga pengalaman dan pertemanan selama menempuh pendidikan.
Ia meminta siswa membiasakan diri disiplin terhadap waktu, jujur dalam setiap tindakan, sopan kepada guru dan orang tua, serta saling menghargai.
"Kebiasaan-kebiasaan kecil itu kelihatan sederhana, tetapi justru itulah yang membentuk karakter kalian di masa depan," katanya.
Ia juga mendorong siswa berani memiliki cita-cita tinggi dan tidak membatasi mimpi.
Ia mengharapkan dari 80 siswa tersebut kelak ada yang menjadi dokter, guru, peneliti, pengusaha, maupun pemimpin.
"Siapa tahu dari 80 anak yang berdiri di depan saya nanti ada yang menjadi dokter, guru, peneliti, pengusaha, atau bahkan seperti saya menjadi bupati," katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen: 1.360 murid angkatan pertama SNT siap ikuti MPLS
Ditemui usai pelepasan, Bupati mengatakan Banyumas dan Jepara menjadi dua daerah di Jawa Tengah yang memberangkatkan siswa baru SNT mengikuti MPLS di Semarang.
“Harusnya empat daerah, tapi Cilacap dan Purbalingga belum,” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan lahan sekitar 17 hektare di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, untuk pembangunan gedung SNT serta menyerahkannya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sekitar 3 hektare di lokasi yang sama.
Menurut dia, pembangunan fisik gedung SNT merupakan kewenangan pemerintah pusat namun berdasarkan informasi, pembangunan SNT 2 Banyumas direncanakan mulai Oktober 2026.
Setelah mengikuti MPLS selama satu pekan di Semarang, kata dia, seluruh siswa SNT 2 Banyumas akan menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah transit yang telah disiapkan Pemkab Banyumas sembari menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah.
"Kita sudah siapkan sekolah transit di SMP Negeri 1 Kalibagor," kata Bupati.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (dua dari kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri mengibarkan bendera untuk melepas keberangkatan dua bus yang membawa 80 siswa baru SNT 2 Banyumas dari depan Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026), menuju Semarang untuk mengikuti kegiatan MPLS di BBPMP Provinsi Jawa Tengah. ANTARA/SumarwotoPewarta: Sumarwoto
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































