Magetan (ANTARA) - Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dewi Laksmi Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengembangkan usaha pembuatan abon dari ikan lele guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota.
Plh Direktur BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Nanang di Magetan, Minggu mengatakan diversifikasi usaha pembuatan abon dari bahan ikan lele tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu anggota dalam mengolah komoditas lokal untuk menjadi produk bernilai jual tinggi yang muaranya menambah keuntungan.
"Selama ini SPP identik dengan simpan pinjam saja. Sekarang kita dorong agar ibu-ibu punya skill usaha. Abon lele ini dipilih karena bahan bakunya melimpah di Magetan dan pangsa pasarnya jelas," ujar Nanang.
Menurutnya pengembangan usaha tersebut didorong dengan pelatihan peningkatan kapasitas pembuatan abon ikan lele yang diikuti puluhan anggota SPP dari berbagai desa se-Kecamatan Kartoharjo.
Nanang menjelaskan bahwa program itu juga merupakan langkah nyata untuk menggeser paradigma lama. Ia ingin anggota SPP tidak sekadar fokus pada urusan utang-piutang, melainkan terdorong untuk produktif berwirausaha.
Melalui pelatihan peningkatan kapasitas produksi tersebut para peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan abon lele, mulai dari pemilihan bahan, pengukusan, peracikan bumbu, menggoreng, pengeringan minyak, hingga teknik pengemasan agar produk tahan lama.
"Lele di sini (Magetan) melimpah, sayang kalau hanya dijual mentah. Jika diolah jadi abon, nilai jualnya bisa naik 3 hingga 4 kali lipat. Kuncinya ada pada takaran bumbu dan proses penggorengan agar awet tanpa bahan pengawet," kata dia.
Tak hanya soal produksi, peserta juga dibekali materi manajemen kelompok dan strategi pemasaran. Ia menilai tantangan terbesar UMKM pedesaan ada pada pengemasan dan konsistensi pasar.
Baca juga: Bumdes di Bekasi kembangkan ternak sapi perkuat ketahanan pangan
Baca juga: Kemendes jadikan pengembangan BUMDes "output" prioritas pada 2026
Kepala Desa Sukowidi Tarmuji menyatakan bahwa pemerintah desa setempat yang ikut memiliki andil di BUMDes memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif BUMDesma Dewi Laksmi.
"Pemberdayaan perempuan melalui sektor UMKM seperti ini terbukti efektif dalam menopang ekonomi keluarga. Kami berharap ilmu yang didapat dari pelatihan benar-benar dipraktikkan di rumah, sehingga lahir rintisan usaha baru di desa," kata Tarmuji.
Melalui kegiatan tersebut, Kelompok SPP BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo diharapkan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak UMKM berbasis potensi lokal yang mandiri dan berdaya saing di Kabupaten Magetan.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan mencatat Kabupaten Magetan memiliki potensi perikanan air tawar yang besar dan mampu mendukung ketahanan pangan.
Karenanya, masyarakat setempat dituntut melakukan peningkatan kapasitas mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, distribusi, hingga pengembangan olahan aneka jenis ikan, utamanya lele, untuk memenuhi gizi pangan dan mendongkrak perekonomian daerah.
Baca juga: Mendes: BUMDes dan Kopdes harus saling menguatkan di Program MBG
Baca juga: Kemendes harap BUMDes jadi wadah pengembangan potensi lokal
Baca juga: Anggota DPR usul BUMDesma dan BPR turut salurkan KUR
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































