Bulog siap serap panen petani tebu Blora sesuai harga acuan

1 hour ago 3

Semarang (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa hasil panen tebu petani Blora yang akan berlangsung mulai bulan Mei 2026 akan diserap melalui PT Gendhis Multi Manis (GMM) dengan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Jumat, ia menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora, Jumat, setelah bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan petani tebu di Kabupaten Blora sebagai upaya Bulog dalam merespons aspirasi petani terkait kepastian penyerapan hasil panen tebu tahun 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat musyawarah tersebut mempertemukan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta petani. Dialog berjalan terbuka dengan tujuan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.

Ia mengatakan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan sejak pagi hari bersama sejumlah tokoh masyarakat, hingga akhirnya disampaikan secara langsung kepada masyarakat pada sore hari sebagai bentuk transparansi dan kepastian kebijakan.

“Tadi pagi kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujar Ahmad Rizal.

Dalam kunjungan itu, ia telah bertemu dengan sejumlah pihak seperti Bupati Blora Arief Rohman dan jajaran Forkompinda Blora, pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, dan tokoh masyarakat lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah proses penyerapan di PT GMM, Bulog akan bertanggung jawab dalam distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah guna menjaga kesinambungan rantai pasok dan mendukung stabilitas produksi gula nasional.

Disamping itu, Bulog juga akan melakukan perbaikan dan mereorganisasi manajemen PT GMM guna meningkatkan kinerja perusahaan. “Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional, termasuk mengganti manajemen minggu depan,” kata Ahmad Rizal.

Selain hal tersebut, sejalan dengan fokus pemerintah dalam pengembangan bioetanol berbahan baku jagung, singkong, dan tebu, PT GMM ke depan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga akan memanfaatkan tebu sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi etanol sebagai bagian dari diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah.

"Nanti akan dibangun pengolahan bioetanol di kawasan PT GMM dengan bahan baku jagung dan tebu," ujar dia.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dengan mengedepankan asas manfaat bagi kedua belah pihak, di mana masyarakat diajak berdiskusi di dalam kawasan PT GMM.

Melalui kesepakatan itu, para petani yang bertemu langsung dengan Dirut Bulog merasa puas dan akhirnya pulang dengan tertib dan damai sambil melepas spanduk dan atribut.

Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |