Bulog: Rencana ekspor beras targetkan negara-negara tetangga

4 hours ago 4
targetnya adalah negara tetangga dulu, negara-negara tetangga kemudian negara-negara yang membutuhkan

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana ekspor beras tahun ini kemungkinan menargetkan negara-negara tetangga Indonesia dan negara-negara yang membutuhkan.

"Kita sudah siapkan. Kalau masalah ekspor itu perdagangan, bukan Bulog langsung. Tapi kita targetnya adalah negara tetangga dulu, negara-negara tetangga kemudian negara-negara yang membutuhkan," ujar Rizal di Jakarta, Senin.

Menurut dia, negara-negara yang membutuhkan, contohnya seperti bantuan ke Palestina, bantuan-bantuan ke daerah-daerah konflik.

Ia mengatakan bahwa ekspor beras tersebut baru rencana dan belum dilaksanakan.

"Ini belum dilaksanakan, ini baru disiapkan barangnya," kata Rizal.

Sebagai informasi, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi ekspor beras tahun ini dengan menyiapkan 1 juta ton beras premium, usai Indonesia mencapai swasembada komoditas pangan tersebut.

Rizal menyampaikan rencana ekspor satu juta ton beras premium itu juga menjadi agenda utama pembahasan Bulog dalam rapat kerja internal, guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh.

Meski begitu, ia menuturkan kebijakan ekspor tersebut tetap diselaraskan dengan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sehingga kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi seiring target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menegaskan rencana ekspor beras tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri karena stok Bulog yang ada saat ini sekitar 3,25 juta ton.

Ia mengutarakan harapannya agar kesiapan ekspor itu memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.

Dia menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.

Baca juga: Menko Pangan: Margin penugasan Bulog 7 persen dukung beras satu harga

Baca juga: Bulog dapat dukungan tambahan dana lewat skema OIP Rp39,1 triliun

Baca juga: Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor 2026

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |