Bulog Madiun salurkan 8.352  ton beras SPHP hingga awal Juli 2026

2 days ago 4
Dengan penyaluran lancar dan ketersediaan pasokan yang mencukupi, masyarakat akan mudah mendapatkan beras yang harapannya dapat menurunkan harga beras di pasaran

Madiun (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, menyalurkan total 8.352 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga awal Juli tahun 2026 sehingga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saat terjadi kenaikan di pasaran.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan penyaluran beras Program SPHP di wilayahnya yang terdiri dari Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun tersebut tergolong sangat baik.

"Hingga 8 Juli 2026, Bulog Madiun sudah menyalurkan sekitar 8.352 ton. Jumlah itu mencapai 103 persen dari target penyaluran selama satu tahun yang ditetapkan pemerintah sebanyak 8.037 ton," ujar Agung Sarianto kepada wartawan di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu.

Menurutnya kelancaran penyaluran beras SPHP tersebut menjadi upaya Bulog untuk menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap stabil.

Pihaknya memastikan bahwa distribusi beras subsidi tersebut tepat sasaran dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan atau pengecer resmi, yang sekaligus bertujuan untuk memotong jalur distribusi agar harga tetap murah.

Agung menjelaskan, selain kelancaran distribusi, pihaknya juga memastikan stok beras di gudang Bulog sangat mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras.

Sesuai data, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini yang tersimpan di wilayah kerja Bulog Madiun mencapai sekitar 92 ribu ton. Ketersediaan tersebut sangat baik, bahkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun.

"Dengan penyaluran lancar dan ketersediaan pasokan yang mencukupi, masyarakat akan mudah mendapatkan beras yang harapannya dapat menurunkan harga beras di pasaran," kata dia.

Lebih lanjut, Agung mempersilakan kepada pedagang pengecer untuk memesan beras SPHP ke Bulog. Setiap pedagang dibatasi maksimal memesan beras SPHP 2 ton dalam satu kali pemesanan. Setelah stok yang dibeli terjual, pedagang diperbolehkan kembali mengajukan pesanan.

Agung mencatat bahwa permintaan beras SPHP di wilayah Madiun dan Ngawi cukup tinggi, yaitu mencapai sekitar 100 ton per hari.

Selain penyaluran kepada pedagang eceran resmi, beras SPHP juga didistribusikan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) sesuai permintaan pemerintah daerah maupun instansi lain.

Rata-rata setiap pelaksanaan GPM, Bulog bisa menyalurkan 1-2 ton beras. Namun apabila kebutuhan masyarakat tinggi, Bulog akan kembali menambah pasokan agar seluruh warga tetap bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Harga beras SPHP di Gudang Bulog ditetapkan Rp11.000 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) di wilayah Jawa adalah Rp12.500 per kilogram.

Selain Program SPHP, Bulog juga memiliki tugas penyaluran bantuan pangan pemerintah. Saat ini pihaknya menunggu surat penugasan terbaru untuk alokasi Juli 2026, termasuk kepastian jumlah penerima manfaat dan volume beras yang akan disalurkan.

Ia menambahkan program penyaluran beras SPHP bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat di wilayah kerja Bulog Madiun tetap aman.

Baca juga: Bulog Madiun salurkan 9.000 liter Minyakita per pekan di Pasar Besar

Baca juga: Dirut Perum Bulog cek gudang di Ngawi pastikan stok beras aman

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |