Denpasar (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengucurkan Rp53,6 miliar Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Maret 2026 di Bali guna mendukung target pemerintah mempercepat penyediaan tiga juta rumah secara nasional.
“Program itu sudah diserap 179 debitur KPP,” kata Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan di Denpasar, Bali, Senin.
Program KPP yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025 itu disalurkan dalam dua skema yaitu penyediaan rumah dengan sasaran pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, dan pedagang bahan bangunan.
Plafon kredit yang disediakan Rp500 juta hingga Rp5 miliar dengan suku bunga 5,99 persen.
Kredit itu dapat digunakan debitur untuk pengadaan tanah, membeli bahan bangunan dan pengadaan barang/jasa.
Skema kedua yaitu pelaku UMKM perorangan dengan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan dengan plafon Rp10 juta hingga Rp500 juta.
Suku bunga yang diberikan mencapai 6 persen selama lima tahun untuk renovasi, pembangunan atau pembelian rumah.
Baca juga: Kementerian PKP bangun rusun MBR untuk seniman Bali di Denpasar
Baca juga: Kemenkeu bakal perluas pembangunan rusun pegawai di Bali
Ia berharap dinamika global tidak berdampak signifikan terhadap KPP karena sebagian besar komponen masih bisa dipenuhi dari dalam negeri.
Meski begitu, ia mengakui beberapa komponen industri konstruksi perumahan seperti besi dan baja terdampak.
“Kami berharap program tiga juta rumah bisa terserap karena rate tidak berubah, angsuran terjangkau dan harga ditentukan pemerintah sehingga pengembang tidak bisa menaikkan harga rumah semaunya juga,” imbuhnya.
Sementara itu, kinerja kredit perumahan rakyat (KPR) subsidi selama triwulan I-2026 juga menunjukkan tren positif di tengah dinamika global yang mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan.
Secara akumulatif, bank BUMN itu telah menyalurkan KPR subsidi sebanyak 13.244 unit di Bali dan menjadi salah satu kontributor utama dalam mendukung akses kepemilikan rumah masyarakat di Pulau Dewata.
Di sisi lain, untuk menambah geliat sektor pariwisata di Bali, pihaknya juga memperluas layanan digital yang memperkuat sektor perumahan sekaligus memperluas ekosistem pendukung sektor properti dan ekonomi daerah yaitu melalui bale, aplikasi super app perbankan digital BTN.
"Melalui bale, kami dukung kemudahan wisatawan mulai pembayaran, perjalanan, hingga mendukung pelaku usaha lokal agar semakin nyaman dan mudah bertransaksi," imbuh pemimpin muda itu.
Baca juga: Menteri PKP tinjau HWB Purwakarta, prototipe perumahan terjangkau
Baca juga: Menko AHY: Program tiga juta rumah solusi "backlog" dan ekonomi
Baca juga: Usulan hunian vertikal buruh di Bekasi mulai ditindaklanjuti
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































