BSSN bangun ekosistem keamanan siber nasional tangguh lewat quad helix

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh melalui pendekatan kolaboratif berbasis quad helix.

“Keamanan siber adalah fondasi kepercayaan ekosistem digital nasional. Tanpa ketahanan siber yang kuat, transformasi digital tidak akan berjalan optimal,” kata Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN Berty B.W. Sumakud dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis.

Quad helix merupakan sistem kolaborasi, sinergi yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas, dengan media massa sebagai mitra strategis dalam diseminasi informasi siber kepada publik.

Komitmen ini mengemuka dalam sesi dialog keamanan siber (CyberTalk) pada kegiatan silaturahmi Ramadhan BSSN bersama pimpinan redaksi dan jajaran redaksi media massa di Jakarta.

Menurut Berty, sinergi dengan media nasional merupakan implementasi dalam memperkuat quad helix serta diseminasi keamanan siber nasional.

Dalam forum tersebut, BSSN menegaskan bahwa pendekatan quad helix merupakan kerangka strategis yang tidak dapat ditawar dalam membangun ekosistem siber nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Bahwa dalam kerangka ini, media massa menempati posisi strategis sebagai jembatan informasi, pembentukan persepsi publik, dan akselerator literasi digital masyarakat.

Berty menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari penguatan ekosistem ini, BSSN juga memperkenalkan agenda strategis Cyber Resilience and Defense 2026.

“Ini sebuah forum nasional yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari lima unsur utama dalam satu platform kolaboratif,” katanya.

Baca juga: BSSN komitmen jaga kedaulatan siber di tengah dinamika geopolitik

Forum ini, kata dia, bertujuan untuk mendorong dialog strategis, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.

Melalui platform ini, para pemimpin kebijakan, pelaku industri, serta komunitas keamanan siber diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun ketahanan siber nasional yang adaptif, responsif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, kata Berty, BSSN memandang media massa bukan sekedar saluran komunikasi, melainkan mitra strategis dalam membangun ketahanan siber nasional.

“Media memiliki peran vital dalam meningkatkan literasi digital, membentuk perspektif publik yang objektif, serta menyebarluaskan informasi yang akurat dan edukatif mengenai dinamika ancaman siber yang terus berkembang,” terangnya.

Dia menambahkan, ancaman siber saat ini semakin kompleks, mulai dari serangan terhadap infrastruktur informasi vital, penyebaran malware, hingga disinformasi di ruang digital.

“BSSN berharap sinergi dengan media dapat menjadi benteng pertama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat menghadapi berbagai ancaman tersebut,” katanya.

Sementara itu, dalam dialog siber tersebut dua narasumber yang hadir, pakar keamanan siber I Made Wiryana dan pakar komunikasi Ermiel Thabrani menyampaikan pandangannya terkait keamanan siber nasional.

Baca juga: Komisi I DPR dorong BSSN susun peta ancaman siber dinamis-strategis

Made Wiryana menyampaikan mengenai “people proces, technology” merupakan unsur penting dalam membangun keamanan siber nasional. Namun, saat ini unsur people menjadi sorotan, karena kebijakan serta inisiatif yang muncul kurang memperhatikan unsur people.

“Literasi digital serta edukasi keamanan siber menjadi kunci penting pembangunan keamanan siber nasional,” ujar Made.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Ermiel Thabrasi menyampaikan peran penting media dalam membantu menyampaikan komunikasi krisis serta bagaimana mempertahankan kepercayaan di tengah krisis siber yang sering terjadi.

“Dalam situasi krisis atau insiden siber nasional, cara institusi merespon dan membangun narasi publik akan menentukan persepsi masyarakat serta kredibilitas BSSN sebagai otoritas siber di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Thabrani.

Baca juga: Kepala BSSN: RI harus siapkan peta jalan "post-quantum cryptography"

Baca juga: Formasi berharap budaya keamanan siber jadi gerakan nasional

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |