BRI terbitkan SBK Rp500 M sebagai alternatif pendanaan jangka pendek

6 hours ago 3
...Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar sebagai alternatif pendanaan jangka pendek, sekaligus bagian dari upaya dalam penguatan instrumen pasar uang.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa penerbitan SBK BRI menjadi solusi pendanaan jangka pendek yang cepat dan efisien bagi perseroan, sekaligus menawarkan alternatif investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.

Dengan struktur yang fleksibel dan tata kelola yang kuat, menurutnya, SBK BRI akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent serta mendukung transmisi kebijakan dan pendalaman sistem keuangan nasional.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional,” kata Hery.

Ia menambahkan bahwa ke depan, perseroan juga akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh inisiatif pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik.

Baca juga: BI sosialisasikan SBK sebagai sumber pendanaan perekonomian nasional

SBK BRI memperoleh peringkat IdA+ (highest sort term rating) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atau setara dengan AAA untuk surat utang jangka panjang.

Peringkat ini mencerminkan tingkat keandalan dan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu.

Dalam struktur penerbitan, BRI selaku penerbit bekerja sama dengan BRI Danareksa Sekuritas selaku arranger.

Penerbitan ini, catat perseroan, menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan SBK, sesuai dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 13 tahun 2024 tentang Transaksi Pasar Uang.

SBK BRI ditawarkan dalam empat tenor, yaitu tenor 1 bulan dengan tingkat diskonto 4,5 persen, 3 bulan dengan tingkat diskonto 4,60 persen, 6 bulan dengan tingkat diskonto 4,85 persen, dan 12 bulan dengan tingkat diskonto 4,95 persen.

Adapun kegiatan peluncuran SBK BRI diselenggarakan pada Senin (12/1) di BRILiaN Club, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan serta sejumlah mitra strategis.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengapresiasi langkah BRI dalam menerbitkan SBK sebagai wujud konkret peran perbankan dalam mendorong pendalaman pasar uang.

Baca juga: BI dorong penerbitan Surat Berharga Komersial pacu pendanaan korporasi

Menurutnya, BRI berperan sebagai pionir dalam penerbitan surat berharga komersial, yang merupakan instrumen jangka pendek strategis untuk meningkatkan likuiditas pasar.

“OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar,” kata Dian.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa saat ini pendalaman pasar uang berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.

Kehadiran alternatif instrumen jangka pendek seperti SBK BRI dinilai tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tetapi juga memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.

“Bank Indonesia mengapresiasi peran BRI yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” kata Destry.

Baca juga: BRI VISA Infinite diperbaharui, perkuat kapabilitas di segmen konsumer

Baca juga: Kemendes gandeng BRI perluas pemberdayaan masyarakat desa

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |