BPOM beri fleksibilitas pengadaan bahan baku atasi kenaikan harga obat

3 weeks ago 20

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan kemudahan perubahan kemasan serta fleksibilitas pengadaan bahan baku untuk mengatasi kenaikan harga obat akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah.

"Beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain mempermudah perubahan kemasan serta memberikan fleksibilitas dalam bahan baku, misalnya memungkinkan perusahaan beralih dari pemasok di satu negara ke pemasok di negara lain. Kebijakan tersebut telah ditetapkan dan diharapkan dapat menekan atau setidaknya menstabilkan harga obat," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar ditemui usai Kick Off Pekan Jamu 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa.

Taruna mengakui, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS memang mempengaruhi harga bahan baku obat yang sebagian besar bahan bakunya masih impor, sehingga industri farmasi perlu menyesuaikan harga agar bisa tetap bertahan.

Baca juga: BPOM dorong optimalisasi produksi obat hadapi tekanan global

"Terdapat kecenderungan kenaikan harga obat dan hal tersebut sulit dihindari. Bahan baku obat, khususnya obat-obatan kimia, lebih dari 30 persen berasal dari industri petrokimia. Sementara itu, komoditas petrokimia, termasuk bahan bakar dan turunannya, umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS," ujar dia.

Namun demikian, lanjut dia, BPOM terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi melalui berbagai kemudahan yang diberikan untuk industri farmasi.

"Kenaikan harga akibat penguatan dolar AS, situasi perang yang masih berlangsung, serta kenaikan harga bahan baku memang tidak bisa dipungkiri. Namun, pemerintah berharap kenaikan harga obat tidak terjadi secara ekstrem dan berbagai langkah telah disiapkan untuk mengendalikan dampaknya," tuturnya.

Baca juga: BPOM gandeng Kemenhan atasi harga obat mahal

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 54,50 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.859 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.805 per dolar AS.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |