Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah siap menerapkan penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM melalui aplikasi XStar secara 100 persen.
"Berdasarkan data yang kami miliki, Provinsi Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya, sudah siap untuk implementasi penerbitan surat rekomendasi melalui aplikasi XStar secara 100 persen. Artinya, sudah tidak lagi menerbitkan surat rekomendasi secara manual," ujar Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan BBM Subsidi Menggunakan Surat Rekomendasi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis, Erika mengatakan pemerintah senantiasa memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM subsidi dan kompensasi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat guna.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui aplikasi XStar, yang diinisiasi BPH Migas.
Menurut dia, sejak Februari 2024, secara bertahap kota dan kabupaten di berbagai daerah mulai menggunakan aplikasi XStar untuk menerbitkan surat rekomendasi (surkom) secara online bagi konsumen pengguna, seperti petani, nelayan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelayanan umum.
Hal ini diperkuat dengan adanya perubahan dari sistem microsite milik PT Pertamina Patra Niaga yang semula digunakan untuk membuat surat rekomendasi secara manual, kini telah dilakukan penutupan dan beralih ke aplikasi XStar.
"Kami bersyukur di Tasikmalaya ini proses pengalihan penggunaan aplikasi XStar berjalan dengan baik dan lancar. Ini menjadi langkah penting agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan akurat," kata Erika.
Penggunaan XStar merupakan implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 sebagaimana terakhir diubah melalui Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi Untuk Pembelian Jenis Bahan Bakar Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan.
Pada Senin (27/4/2026), dalam bimtek yang sama, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menegaskan penggunaan aplikasi Xstar memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah dalam proses penerbitan surkom sekaligus mempermudah badan usaha dalam menyalurkan BBM subsidi.
Ia pun mengingatkan dalam BBM subsidi terdapat uang negara yang disalurkan ke masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Oleh karena itu, penggunaan BBM subsidi harus tepat sasaran dan tepat volume.
"Untuk merespons itu, BPH Migas sebagai badan pengatur telah menetapkan ketentuan sebagai aturan teknis yang aturan ini nantinya menjadi pedoman bagi stakeholder dalam pelaksanaan di lapangan," katanya.
Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan BBM Subsidi Menggunakan Surat Rekomendasi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Humas BPH MigasSementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR Dony Maryadi Oekon menekankan pentingnya pengawasan distribusi energi nasional, terutama BBM subsidi, agar tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak menerima.
Ia juga mengingatkan kondisi energi global tengah menghadapi tekanan akibat situasi geopolitik dunia yang berdampak pada harga minyak.
"Pemerintah terus berupaya menjaga harga BBM subsidi tetap stabil dan memastikan pasokan energi tetap tersedia. Namun masyarakat juga perlu ikut berhemat dan menggunakan energi secara bijak," ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya Asep Gunadi mengatakan bimtek ini membantu pemerintah daerah dan masyarakat memahami alur, mekanisme, serta prosedur pelayanan BBM subsidi.
Ia mengusulkan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) di wilayah pesisir selatan Tasikmalaya agar nelayan tidak perlu menempuh jarak jauh ke SPBU untuk mendapatkan BBM.
"Kalau ada pelayanan khusus sebagai penyalur di sekitaran titik kumpul nelayan-nelayan ataupun dermaga, mudah-mudahan itu juga bisa memperlancar kegiatan nelayan," sebutnya.
Selain bimtek, BPH Migas turut melakukan monitoring penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi serta kompensasi di SPBU dan penyaluran minyak tanah di Kampung Naga, Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil monitoring, penyaluran BBM di SPBU berlangsung dengan tertib dan lancar, didukung oleh ketersediaan stok yang memadai sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, pemantauan di Kampung Naga menunjukkan bahwa distribusi minyak tanah kepada masyarakat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan penerangan.
Baca juga: SPBUN resmi beroperasi, nelayan di Aceh Selatan melaut lebih tenang
Baca juga: BPH Migas permudah pembelian BBM subsidi di Kuningan, Jabar
Baca juga: BPH Migas perketat pengawasan BBM subsidi agar tepat sasaran
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































