Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengevakuasi 164 jiwa ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bahaya bencana banjir akibat luapan Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, Senin (16/2) malam.
"Mengungsi 164 jiwa di Desa Bangunsari, titik pengungsian di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif," kata Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Selasa.
Ia menuturkan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Ciamis yang menyebabkan aliran Sungai Citalahab meluap dan menggenangi pemukiman rumah penduduk di dua desa yakni Desa Bangunsari, dan Sukahurip.
Tercatat dampak banjir itu, kata dia, di Dusun Kubangsari, Desa Bangunsari merendam 260 rumah dengan jumlah penduduk 282 keluarga atau 831 jiwa. Selain rumah, area lahan persawahan juga terendam sekitar 200 hektare dengan usia tanam padi 80 hari.
Selanjutnya di Desa Sukahurip tercatat banjir menggenangi pemukiman rumah penduduk sebanyak 34 rumah di Dusun Sambungjaya, kemudian di Dusun Kertajaya sebanyak 35 rumah, lalu tanggul sungai jebol dengan lebar sekitar 18 meter, dan tinggi 6 meter.
"Untuk kerugian materil masih dalam proses kaji cepat," katanya.
Ia menyampaikan, banjir akibat luapan sungai besar itu yang kedua kalinya sebelumnya sepekan lalu terjadi 9 Februari, kemudian saat ini 16 Februari kembali menggenangi rumah warga.
Upaya mengatasi luapan sungai itu, kata dia, merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, namun kembali terjadi hujan deras dan air sungai meluap lagi menggenangi area pertanian dan rumah warga.
"Terjadi kembali aliran Sungai Citalahab meluap dan menjebol kembali tanggul yang sedang dilakukan penanganan sementara oleh BBWS Citanduy, sehingga merendam kembali pemukiman dan area persawahan," katanya.
Ia menambahkan, BPBD Ciamis melakukan koordinasi dengan instansi lain untuk melakukan kaji cepat, terutama menangani masyarakat yang terdampak dan yang dievakuasi memastikan kebutuhan logistiknya terpenuhi.
"TNI, Polri, aparat setempat, dan unsur relawan lainnya melakukan penanganan dan evakuasi korban, dan melakukan pembersihan pada rumah yang terdampak," katanya.
Baca juga: Tanggul Sungai Cabean Demak jebol akibatkan ratusan rumah kebanjiran
Baca juga: 9.000 keluarga pada 42 desa di Grobogan terdampak banjir
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































