BPBD catat 83 rumah warga terdampak banjir di Tawaeli Palu

3 hours ago 1

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 83 unit rumah terdampak banjir di Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, Kota Palu, pada Minggu (11/1).

“Di kawasan area flyover, Kelurahan Pantoloan, sebanyak 45 unit rumah warga terdampak. Sementara di Kelurahan Baiya, sebanyak 38 unit rumah, satu unit sekolah, dan satu unit pasar terdampak,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Senin.

Baca juga: Sungai meluap, banjir rendam kawasan jalan layang Pantoloan di Palu

Banjir tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, Minggu (11/1) dipicu oleh luapan air sungai dari Desa Labuan, karena intensitas curah hujan tinggi.

Ia menyebut sebanyak empat kepala keluarga (KK) di Kelurahan Baiya terpaksa mengungsi secara mandiri. Selain itu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.

Ia mengatakan saat ini tim gabungan tengah melakukan pembersihan area pemukiman untuk memastikan kondisi kembali aman dan kondusif.

"Air sudah surut dan situasi kini terkendali. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan pembersihan di area terdampak untuk memastikan keamanan warga,” katanya.

Meski demikian, ia melanjutkan bahwa logistik menjadi kebutuhan utama bagi warga terdampak.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat dalam penanganan dampak banjir.

Instruksi tersebut meliputi penyediaan tenda darurat bagi warga terdampak, pembangunan dapur umum, serta penanganan administrasi penting milik warga, termasuk dokumen seperti ijazah.

“Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus melakukan langkah tanggap darurat sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang guna meminimalisasi risiko banjir di Kecamatan Tawaeli dan sekitarnya,” katanya.

Baca juga: Kementerian PU percepat perbaikan tiga sungai di Kota Palu

Baca juga: Dinsos dirikan dapur umum layani 900 warga terdampak banjir di Palu

Wali Kota bersama pejabat terkait juga meninjau langsung beberapa titik terdampak, meliputi rumah-rumah masyarakat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, sekitar Danau Sibili, serta lokasi lain yang terdampak cukup parah untuk mengidentifikasi penyebab banjir, termasuk kondisi drainase, aliran air, dan lingkungan sekitar.

“Kita identifikasi dengan baik, jangan bekerja setengah-setengah, supaya pekerjaan bisa langsung menyeluruh. Kalau tidak sekaligus, dikhawatirkan akan ada hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |