Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) optimistis pengoperasian Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mampu memperkuat jaringan observasi atmosfer sekaligus memperkokoh sistem ketahanan maritim dan kebencanaan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hartanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penempatan infrastruktur canggih di wilayah pesisir tersebut difungsikan sebagai pilar utama dalam mendukung layanan prakiraan cuaca jangka pendek atau nowcasting dan penting untuk menunjang keselamatan aktivitas maritim.
Data real-time yang diproduksi oleh radar tersebut dinilai akan memberikan jaminan keamanan yang besar bagi sektor kelautan dan perikanan, di mana nelayan dan pelaku pelayaran dapat memperoleh informasi kondisi cuaca yang presisi sebelum melaut.
"Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan juga dapat memanfaatkan data ini untuk deteksi dini banjir, hujan lebat, dan angin kencang," kata Hartanto selepas peresmian infrastruktur radar cuaca di Cilacap itu.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang fokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di sejumlah wilayah perairan strategis Indonesia.
Baca juga: BMKG resmikan Radar Cuaca S-Band Cilacap pertama di Indonesia
Melalui Proyek MMS-2 tersebut, BMKG membangun empat radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, meliputi empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk cakupan Jabodetabek.
Hartanto memastikan seluruh tahapan pembangunan infrastruktur telah melewati proses ketat berstandar internasional, mulai dari survei lokasi, penyusunan desain teknis, pembangunan fisik, instalasi perangkat, hingga integrasi sistem dan pengujian operasional pengamatan cuaca.
Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan apresiasi tinggi kepada BMKG atas penempatan infrastruktur penunjang maritim ini di wilayahnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan.
Karakteristik geografis Cilacap yang mencakup pesisir, pelabuhan, pusat industri, hingga perbukitan membuat wilayah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap dinamika perubahan iklim global serta bencana hidrometeorologi.
Untuk itu, pasokan data presisi dari radar cuaca ni tidak hanya mengamankan aktivitas pelayaran dan roda ekonomi nelayan di laut, tetapi juga membantu mendeteksi potensi bencana di darat secara lebih dini guna meminimalisir risiko kerugian.
“Karakteristik ini membuat Cilacap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap dinamika perubahan iklim global. Keberadaan radar cuaca ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk mendukung berbagai sektor sekaligus menjadi instrumen utama dalam memitigasi bencana hidrometeorologi,” kata Ammy.
Baca juga: Pemerintah operasikan radar pendeteksi siklon di pesisir selatan Jawa
Baca juga: BMKG perluas radar cuaca untuk peringatan ekstrem di wilayah maritim
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































