BKSDA Bali lepasliarkan 12 Burung Jalak Bali ke habitat alami

5 hours ago 1

Badung, Bali (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama mitra terkait melepasliarkan sebanyak 12 Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Desa Adat Karang Dalem Tua Abiansemal, Kabupaten Badung, untuk mendukung kelestarian habitat alami.

"Kami harap kolaborasi ini dapat menginspirasi publik," kata Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Badung, Kamis.

Sebanyak 12 burung endemik Bali itu masing-masing terdiri dari enam ekor jantan dan betina yang sebelumnya ditangkarkan oleh mitra badan konservasi itu.

Baca juga: Desa di Bali lestarikan populasi burung jalak bali dengan awig-awig

Sebelum dikembalikan ke alam, tim medis veteriner BKSDA Bali memastikan kondisi kesehatan burung dengan warna khas putih dan biru pada bagian mata itu telah siap dilepasliarkan, setelah melewati masa habituasi atau penyesuaian selama satu bulan.

Jalak atau burung curik Bali merupakan satwa liar dilindungi menurut Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto UU Nomor 32 Tahun 2024 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan data konservasi internasional (IUCN) Burung Jalak Bali termasuk dalam kategori langka atau Endangered (EN), sehingga perlindungan terhadap satwa itu penting mengingat populasinya yang terancam akibat perburuan di alam liar.

Baca juga: TNBB siap melepasliarkan burung jalak bali hasil penangkaran

Sementara itu pelepasliaran Burung Jalak Bali itu dilakukan di Desa Adat Karang Dalem Tua karena dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan lanskap alam dan budaya yang masih terjaga.

Secara geografis, wilayah itu berada di kawasan dataran tinggi dengan lanskap yang didominasi oleh aliran Sungai Ayung, persawahan, serta hutan dan kebun masyarakat yang masih asri.

Lingkungan alam yang relatif terjaga itu menjadikan kawasan Desa Karang Dalem Tua memiliki potensi ekologis yang tinggi sebagai habitat alami bagi berbagai jenis satwa, termasuk burung endemik Bali.

Baca juga: Populasi burung jalak bali terus meningkat, sebut KLHK

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |