BKSAP DPR nilai penyelenggaraan haji 2026 lebih baik

3 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menilai penyelenggaraan haji 2026, baik dari sisi layanan maupun manajemen jamaah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Secara umum pelaksanaan haji tahun ini jauh lebih bak dari tahun-tahun sebelumnya. Saya merasakan langsung sebagai jamaah haji, namun untuk perbaikan ke depan, ada beberapa catatan yang menurut saya harus diperbaiki,” kata Syahrul dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengaku penilaian itu berdasarkan pengalaman yang dirasakan langsung saat menunaikan ibadah haji 2026 sebagai jamaah haji reguler.

Syahrul yang saat ini masih berada di Makkah menyoroti peningkatan signifikan pada berbagai tahapan penyelenggaraan haji 2026.

Seluruh aspek layanan berjalan lebih tertata, mulai dari keberangkatan, transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan bagi jamaah.

Baca juga: PPIH: Kloter 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba Selasa dini hari

“Tahapan-tahapan telah berjalan dengan baik seperti aspek layanan,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan sistemik dalam tata kelola haji, termasuk koordinasi antarpetugas di lapangan yang semakin efektif.

Salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 ini, kata Syahrul, adalah angka jamaah haji yang wafat tahun ini mengalami penurunan signifikan.

Ia menilai, hal tersebut mencerminkan kesiapan dan perencanaan matang yang dilakukan jauh sebelum musim haji dimulai.

“Data jamaah haji yang wafat turun signifikan. Ini menandakan pengelolaan ibadah haji sudah dilakukan dengan baik jauh sebelum proses keberangkatan,” katanya.

Baca juga: Ditjen Imigrasi siapkan layanan khusus kepulangan jamaah haji 2026

Anggota Komisi I DPR RI itu juga mengapresiasi peran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi karena berhasil mengelola penyelenggaraan haji secara profesional dan terintegrasi.

Kendala teknis

Sebagai catatan evaluasi, katanya, meski penyelenggaraan haji 2026 berjalan baik, diakuinya masih terdapat beberapa kendala teknis yang dirasakan jamaah, seperti fasilitas penginapan di Madinah, pelaksanaan mabit, melempar jumrah, fasilitas tenda, MCK dan lainnya.

“Di Madinah, jamaah merasakan kapasitas ruangan untuk setiap orang dalam penginapan itu perlu ada standar. Tiga orang itu bisa untuk berapa luas. Karena banyak yang mengeluh, termasuk saya sendiri yang merasakannya,” katanya.

Untuk di Mina, lanjut dia, tenda yang ditempati jamaah haji Indonesia terlalu padat. Sementara bermalam di Mina cukup lama dan kasur berukuran kecil.

Walaupun, diakui olehnya, kondisi di Mina ada faktor eksternal yang tidak bisa dihindari.

Baca juga: Timwas soroti maraknya jasa badal haji, usul badan khusus

“Ketika jamaah dalam satu tenda ada 300 orang, harus dihitung berapa MCK yang dibutuhkan baik di Arafah dan Mina,” katanya.

“Sementara untuk makanan, sudah jauh labi baik. Tidak ada lagi makan makanan yang basi dan rasa sesuai lidah kami sebagai masyarakat Indonesia,” kata Syahrul menambahkan.

Memasuki fase terakhir penyelenggaraan haji 2026, proses pemulangan jamaah haji Indonesia kini berlangsung bertahap. Kepulangan ini dijadwalkan mulai dari tanggal 1 Juni sampai dengan 29 Juni.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, kata Syahrul, memastikan proses kepulangan berjalan lancar melalui berbagai embarkasi di Indonesia.

Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221.000 jamaah pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang terdiri atas 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.

Baca juga: 34.853 haji Indonesia kembali melalui Bandara Soetta mulai 1 Juni

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |