Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan mengubah sampah organik menjadi media tanam menggunakan cairan hasil fermentasi sisa kulit buah dan sayuran segar yang dinamakan "biowash".
"Biowash merupakan hasil fermentasi dari sisa kulit buah atau sayuran segar yang dicampur dengan cairan mikroorganisme atau starter khusus (Promic) dan merupakan cara cepat dalam mengubah sampah organik menjadi media tanam yang lebih bermanfaat," kata Lurah Manggarai Selatan, Sri Nurwiyanti di Jakarta, Rabu.
Sri menjelaskan cara pembuatan yakni satu kilogram sampah organik, berasal dari kulit buah atau sisa sayuran segar dicampur 200 gram starter Promic dan lima liter air, lalu didiamkan selama tiga hari.
Setelah terfermentasi, maka cairan tersebut dapat digunakan dengan perbandingan satu banding tiga puluh atau 1 liter cairan biowash dicampur 30 liter air.
"Saat ini untuk proses pembuatannya masih dilakukan di kantor kelurahan," kata dia.
Sampah organik untuk pembuatannya berasal dari warga yang membawa sampah organiknya langsung ke kelurahan atau juga dari warung makan di sekitar kelurahan untuk diolah menjadi biowash di sini.
Sri menambahkan, mereka juga sudah sosialisasi terkait biowash di setiap pertemuan sehingga diharapkan warga ataupun kader PKK dapat membuatnya sendiri di rumahnya masing-masing.
"Harapan ke depannya, adalah melalui metode ini kita dapat mengelola sampah organik menjadi media tanam di wilayah kita dengan lebih cepat. Pemanfaatannya untuk tanaman juga lebih mudah, bahkan, nantinya hasil metode ini juga dapat menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat," ucapnya.
Baca juga: Komisi B DPRD DKI minta Pasar Jaya kelola sampah mandiri berbasis teknologi
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat budaya pilah sampah lewat Bank Sampah Pintar Kemilau
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu kelola sampah organik lewat inovasi kandang bebek
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































