Padang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menggagas Program Dari Nagari untuk Negeri (Daun) guna membantu pengembangan ekonomi berbasis komunal dan inklusif di Ranah Minang.
"Program Daun kita tujukan agar berbagai program di daerah sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat terutama mengenai ketahanan pangan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram di Padang, Minggu.
Menurut Majid, program ketahanan pangan yang dilakukan pemerintah pusat dapat diimplementasikan di Sumbar lewat pemberdayaan potensi di setiap nagari atau desa.
Apalagi, selama ini masyarakat di Minangkabau sudah terbiasa menyimpan gabah kering di sebuah tempat penyimpanan yang disebut dengan Rangkiang.
Majid mengatakan Program Daun yang digagas BI memiliki tiga kerangka kerja utama. Pertama, ketahanan pangan dan hilirisasi pangan yang nantinya fokus pada empat sub bagian. Di sektor ini BI menyasar transisi menuju pertanian berkelanjutan rendah karbon mulai dari hulu hingga hilir.
Selanjutnya pemberdayaan petani muda inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan digital farming dengan mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian serta penguatan data informasi stok serta produksi pertanian.
"Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan petani milenial dan BI akan mengadopsi agar anak muda di Sumbar terutama lulusan fakultas pertanian mau menjadi petani," ujarnya.
Kedua, terkait ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang nanti berfokus pada mendorong pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat seperti wastra, makanan dan minuman, pariwisata serta memperluas kemitraan UMKM. Termasuk juga peningkatan akses pembiayaan UMKM hingga peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi produk dan adopsi teknologi digital.
Ketiga, digitalisasi dan perluasan cinta bangga rupiah. Pada bagian ini BI Sumbar menyasar empat poin pokok yakni infrastruktur digital di nagari melalui program Nagari Go Digital. Berikutnya mendorong pertumbuhan ekonomi nagari lewat inklusivitas sistem pembayaran.
Menurunkan penyebaran uang palsu dan menjaga ketersediaan uang layak edar di setiap nagari hingga memperkuat literasi keuangan di masyarakat melalui edukasi.
Baca juga: BI: Ketegangan global turut picu penurunan ekspor CPO Sumbar
Baca juga: BI Sumbar optimistis target 147 ribu pengguna QRIS baru terealisasi
Baca juga: BI: Pertumbuhan ekonomi Sumbar dipicu perdagangan hingga transportasi
Baca juga: BI sarankan tingkatkan rute penerbangan untuk majukan wisata Sumbar
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025