BGN: MBG tetap diberikan sesuai jumlah hari kehadiran siswa di sekolah

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan menyesuaikan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah dan berhenti disalurkan apabila libur.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan untuk menanggapi usulan efisiensi Program MBG dengan mengurangi jumlah pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan yang dinilai berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," katanya saat dikonfirmasi ANTARA melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Dadan menegaskan, di tahun 2026, BGN fokus pada peningkatan kualitas seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga efektivitas program.

"Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap dan dikirimkan ke lokasi penerima manfaat berbasis daftar yang telah didata. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi Program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut direncanakan dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari.

“Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun,” kata Menkeu Purbaya.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan upaya BGN dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global.

Baca juga: Purbaya sebut efisiensi MBG bisa hemat Rp40 triliun per tahun

Baca juga: Kepala BGN komitmen tingkatkan standar SPPG sesuai arahan Presiden

Baca juga: BGN: Isu siswa dipaksa ambil MBG saat pembelajaran daring hoaks

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |