BGN: MBG jadi instrumen strategis bangun generasi emas 2045

2 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis pembangunan bangsa untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

"Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari program ini kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati dalam kuliah pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Jakarta, Selasa.

Hida menegaskan, pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan pertahanan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki suatu negara, sehingga investasi pada pemenuhan gizi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, kemampuan kognitif, prestasi pendidikan, hingga produktivitas seseorang di masa depan. Oleh karena itu, kebijakan pemenuhan gizi harus dipandang sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Hida juga mengemukakan, MBG dirancang untuk menjangkau kelompok sasaran prioritas seperti peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain mendukung pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas pendidikan generasi muda Indonesia.

"Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik, maka anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh optimal, berprestasi, dan menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Inilah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045," paparnya.

Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap penguatan karakter bangsa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu didukung sistem tata kelola yang mengedepankan akuntabilitas, keamanan pangan, kualitas gizi, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Hida menambahkan, Program MBG juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan nasional sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga ancaman-ancaman yang memengaruhi stabilitas nasional.

"Membangun bangsa yang kuat harus dimulai dari pembangunan manusianya. Melalui Program MBG, pemerintah sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul yang akan menjadi penggerak pembangunan, penjaga ketahanan nasional, dan penentu masa depan Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Riset UI ungkap konsumsi rokok berisiko mencederai manfaat Program MBG

Baca juga: Badan Gizi Nasional tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

Baca juga: Ahli Gizi: Penekanan MBG 3B langkah strategis cegah stunting

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |