Jakarta (ANTARA) - Matcha belakangan menjadi minuman yang populer dan kerap diklaim mampu membuat kulit lebih sehat hingga tampak bersinar. Sejumlah penelitian menunjukkan matcha memang memiliki kandungan yang berpotensi mendukung kesehatan kulit, namun manfaatnya tidak bersifat instan dan tetap perlu didukung pola hidup sehat.
Matcha merupakan bubuk teh hijau yang berasal dari daun Camellia sinensis yang dibudidayakan dengan teknik khusus sebelum dipanen. Berbeda dengan teh hijau seduh biasa, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk sehingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi.
Hal ini membuat kandungan senyawa aktif, terutama katekin jenis Epigallocatechin gallate (EGCG), relatif lebih tinggi. EGCG dikenal sebagai antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh, termasuk sel kulit, dari kerusakan akibat radikal bebas.
Lantas, apakah matcha benar-benar membuat kulit cerah bersinar?
Menurut Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Nuri Andarwulan, kandungan antioksidan dalam matcha memang berpotensi memberikan manfaat bagi sel kulit.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti seseorang akan langsung memiliki kulit cerah hanya dengan rutin mengonsumsi matcha. Faktor lain seperti pola makan bergizi, tidur yang cukup, hidrasi, penggunaan tabir surya, dan perawatan kulit yang tepat tetap menjadi penentu utama kesehatan kulit.
Berikut beberapa manfaat matcha yang berpotensi mendukung kesehatan kulit berdasarkan penelitian yang tersedia.
Baca juga: Khasiat matcha untuk kesehatan
Baca juga: Cara minum teh hijau agar bermanfaat bagi tubuh
1. Membantu melindungi kulit dari radikal bebas
Matcha kaya akan antioksidan, terutama EGCG, yang membantu melawan radikal bebas penyebab stres oksidatif. Paparan radikal bebas yang berlebihan diketahui dapat mempercepat penuaan dini, seperti munculnya keriput dan garis halus.
2. Berpotensi mengurangi peradangan kulit
EGCG memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menekan proses peradangan. Efek ini dinilai berpotensi membantu meredakan kemerahan atau iritasi pada kulit, meskipun masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya pada manusia.
3. Membantu menjaga kesehatan sel kulit
Antioksidan dalam matcha dapat membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dan polusi. Perlindungan tersebut berpotensi membantu mempertahankan kesehatan kulit dalam jangka panjang apabila disertai penggunaan tabir surya dan pola hidup sehat.
4. Berpotensi membantu mengatasi jerawat
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan EGCG memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi faktor penyebab jerawat. Namun, bukti bahwa konsumsi matcha secara langsung mampu menghilangkan jerawat pada manusia masih belum memadai sehingga tidak dapat dijadikan pengobatan utama.
5. Mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan
Selain mengandung katekin, matcha juga mengandung vitamin, mineral, dan klorofil yang berkontribusi terhadap kesehatan tubuh. Jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan sebagai bagian dari pola makan seimbang, matcha dapat menjadi salah satu sumber antioksidan yang mendukung kesehatan kulit secara umum.
Dengan demikian, matcha memang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan kulit, terutama karena kandungan antioksidan dan senyawa antiinflamasinya.
Namun, hingga saat ini bukti ilmiah pada manusia masih terbatas sehingga matcha sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola hidup sehat, bukan solusi tunggal untuk mendapatkan kulit sehat atau bersinar.
Baca juga: Matcha China hadirkan kesegaran dalam tren minuman teh di Indonesia
Baca juga: Tren baru kue bulan matcha meriahkan Festival Pertengahan Musim Gugur
Baca juga: Mencoba pengalaman minum matcha dengan konsep wabi-sabi
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































