Baznas-Kemendukbangga ajak masyarakat sedekah agar anak bebas stunting

23 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali menghadirkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengatasi stunting di Indonesia.

Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam penanganan kesehatan keluarga dan kependudukan.

Baca juga: Adinkes inisiasi Generasi Maju Bebas Stunting untuk anak tumbuh sehat

"Baznas memiliki banyak bidang program, tetapi fokus utamanya adalah mustahik fakir miskin yang dimensinya sangat luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan dapat berdampak pada kondisi stunting, sehingga zakat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut," kata Arifin melalui keterangan di Jakarta, Minggu

Arifin menyebut Baznas berperan sebagai jembatan antara masyarakat mampu atau muzaki dengan keluarga kurang mampu yang menjadi kelompok rentan stunting.

Menurutnya, kerja sama ini penting agar penanganan stunting dilakukan secara komprehensif dan tepat sasaran.

Arifin menambahkan pengelolaan zakat dan sedekah dilakukan secara terukur melalui kolaborasi dengan lembaga yang memiliki rekam jejak dan keahlian sesuai bidangnya.

Dalam isu stunting, Kemendukbangga/BKKBN menjadi mitra strategis agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat karitatif, tetapi memberikan dampak jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, Arifin menjelaskan Baznas menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting, sehingga masyarakat dapat menyalurkan bantuan yang secara khusus diperuntukkan bagi program pencegahan stunting melalui Kemendukbangga/BKKBN.

Terkait penentuan penerima manfaat, Arifin menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial.

"Kami mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk bersedekah melalui program Sedekah Genting ini. Mudah-mudahan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan," kata Arifin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih mengatakan program Genting berfokus pada keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu.

Ia menjelaskan gerakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Kemenkes minta pemda NTT intervensi stunting hingga ke tiap rumah

Baca juga: Kemendes kejar target penurunan stunting lewat prioritas dana desa

Menurutnya, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang karena anak-anak yang akan produktif pada 2045 sedang berada pada fase tumbuh kembang saat ini.

Ia mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk ikut terlibat.

"Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tapi belum merata. Sekarang saatnya masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif ini yang akan mempercepat penurunan angka stunting," tutur Yuni Hastutiningsih.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |