Baterai solid-state jadi kunci utama keberhasilan mobil terbang

2 weeks ago 17

Jakarta (ANTARA) - Pelaku industri mobil terbang global memiliki keyakinan penuh terhadap baterai solid-state yang disebut akan menjadi teknologi kunci dalam menentukan keberhasilan mobil terbang di masa depan.

CarnewsChina pada Sabtu (6/6) waktu setempat melaporkan bahwa pengembangan baterai solid-state ini merupakan transformasi tantangan yang dihadapi oleh industri tersebut untuk kebutuhan produksi massal saat ini.

Pendiri sekaligus CEO GAC Govy, Su Qingpeng, dalam wawancara yang dilaporkan media China, Yicai, mengatakan bahwa baterai solid-state merupakan jalur penting untuk mewujudkan mobil terbang yang aman, efisien, dan mampu beroperasi secara komersial dalam skala besar.

Baca juga: BYD bantah kabar di media sosial soal pengembangan mobil terbang

“Baterai solid-state mampu menjawab dua tantangan utama mobil terbang, yakni jangkauan penerbangan yang lebih jauh dan tingkat keselamatan yang lebih tinggi,” kata Su.

Saat ini, perusahaan tersebut memiliki produk andalannya, Govy AirCab yang sudah memasuki tahap penting setelah resmi keluar dari jalur produksi pada Mei 2026.

Perusahaan juga menargetkan proses verifikasi kelayakan terbang dan perolehan Sertifikasi Tipe (Type Certificate/TC) dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Baca juga: GAC umumkan uji coba produksi mobil terbangnya pada Januari 2026

Selanjutnya, Sertifikasi Produksi (Production Certificate/PC) diharapkan diperoleh pada paruh pertama 2027 sebagai syarat menuju produksi komersial.

Meski optimistis terhadap masa depan industri ini, Su mengingatkan bahwa peningkatan produksi mobil terbang tidak akan berlangsung secepat kendaraan listrik konvensional.

Menurutnya, setiap unit harus melalui serangkaian pengujian keselamatan, validasi manufaktur, dan sertifikasi penerbangan yang jauh lebih kompleks dibanding mobil biasa.

Baca juga: Pabrik mobil terbang Xpeng Aeroht mulai uji coba produksi di China

Namun demikian, ia meyakini perkembangan industri mobil terbang dapat melaju lebih cepat dibanding fase awal kendaraan listrik satu dekade lalu.

Jika kendaraan listrik mulai tumbuh pesat ketika pangsa pasarnya menembus 7 persen, Su memperkirakan mobil terbang dapat mencapai siklus bisnis yang matang sebelum tahun 2030.

Lebih jauh, ia menyebut tahun 2027 sebagai titik awal komersialisasi eVTOL berawak. Target tersebut didukung meningkatnya investasi dan keterlibatan pemerintah daerah di Tiongkok dalam pengembangan ekonomi ruang udara rendah.

GAC Govy merupakan perusahaan mobilitas udara rendah yang dikembangkan oleh GAC Group dan saat ini tengah mengembangkan kendaraan listrik lepas landas dan mendarat vertikal atau eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing).

Baca juga: Anak perusahaan Xpeng luncurkan mobil terbang modular "Land Carrier"

Baca juga: Timur Tengah pesan 600 kendaraan pengangkut mobil terbang Xpeng

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |