Bali mulai bahas potensi pembangkit listrik arus laut Nusa Penida

1 day ago 7

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai membahas potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Kawasan Selat Nusa Penida.

“Saya sudah menangkap idenya dan ini memang sangat kita perlukan, ternyata kita memiliki potensi besar, ini harus kita manfaatkan sebagai sumber penghidupan masyarakat Bali,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Jumat.

Wayan Koster menyampaikan PLTAL itu dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), dimana ide ini digagas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui kajian yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah koordinasi Prof Dwi Susanto dari Maryland University yang melirik potensi EBT laut lewat PLTAL.

Gubernur Koster mengatakan bahwa Bali harus mandiri energi dan tidak bergantung dengan pasokan energi dari luar provinsi.

Baca juga: Bulog pusat cek stok beras untuk bantuan pangan di Bali

Ia menilai sangat riskan sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di dunia, Bali masih bergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Terlebih konsumsi energi di Bali terus meningkat setiap tahunnya akibat pertumbuhan industri dan pariwisata.

“Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” ucapnya.

Kebutuhan energi listrik di Bali sendiri saat ini berkisar 1.300 MW hingga 1.400 MW, dimana 400 MW masih bergantung pada jaringan interkoneksi kabel bawah laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Jawa Timur.

Untuk itu berbagai upaya dilakukan Pemprov Bali untuk mendorong visi Bali Mandiri Energi dengan pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |