AWG desak dunia bersatu hentikan agresi AS-Israel ke Iran

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) mendesak komunitas internasional dan para pemimpin negara untuk bersatu menghentikan agresi militer AS-Israel ke Iran dan negara mana pun di dunia, termasuk Palestina.

"Seluruh pihak bertanggungjawab untuk memperjuangkan perdamaian berkelanjutan, menghormati kedaulatan negara, serta menghentikan praktik agresi yang merusak tatanan global," kata Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah. dalam siaran pers pada Ahad (1/3).

Ia mengatakan AWG mengutuk serangan militer AS-Israel ke Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

"Tindakan militer semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam tatanan global yang berlandaskan hukum," katanya.

Menurut Anshorullah, situasi di Timur Tengah saat ini tidak dapat dipisahkan dari konteks penjajahan dan genosida di Palestina. Iran, katanya, menjadi satu dari sedikit negara Muslim yang secara konsisten dan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak intervensi asing.

Ia menambahkan ketegangan di kawasan tersebut saat ini dimanfaatkan oleh AS dan Israel untuk memperkeruh stabilitas keamanan.

"Zionis Israel berpotensi semakin leluasa melakukan berbagai tindakan represif di Palestina," katanya dalam siaran pers AWG.

Organisasi kemanusian itu kembali menekankan agar Presiden RI Prabowo Subianto segera mengeluarkan Indonesia dari Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump.

Serangan AS-Israel ke negara berdaulat seperti Iran, kata Anshorullah, semakin membuktikan bahwa forum tersebut gagal menjaga stabilitas dunia, bahkan Trump menjadi aktor utama penyerangan terhadap Iran.

Menurut dia, serangan ke Iran pada Sabtu adalah manifestasi nyata pertama dari BoP sekaligus menjadi bukti bahwa forum tersebut bukan instrumen perdamaian, melainkan imperialisme.

"Kejahatan ini juga mempertegas bahwa tujuan BoP bukan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina," katanya.

Sebaliknya, kata Anshorullah, serangan tersebut memperkuat penjajahan Israel di Palestina dan Masjid Al Aqsa untuk mendirikan Israel Raya (Greater Israel).

"Karena itu, BoP semakin absurd dan kehilangan legitimasi moral dan hukum," katanya.

Ia mengatakan kekacauan dan intervensi yang dilakukan kekuatan hegemonik di berbagai belahan dunia, termasuk di Iran, Venezuela, dan wilayah lain, merupakan upaya terkoordinasi untuk menjaga hegemoni mereka dan melanggengkan penjajahan di Palestina, khususnya terhadap Masjid Al Aqsa dan umat Palestina yang tertindas.

"Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga melanggengkan penderitaan rakyat tak berdosa," kata Anshorullah.

Ia juga menyayangkan sikap sejumlah negara Arab dan negara Teluk, baik secara langsung atau tidak, telah memfasilitasi serangan militer AS-Israel.

"Persatuan umat, solidaritas Islam, dan upaya perdamaian sejati jauh lebih penting dan mendesak daripada tindakan yang justru memperluas eskalasi konflik dan merusak stabilitas kawasan," katanya.

Ia turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya warga Iran dan pemimpin mereka, Ali Khamenei.

Baca juga: AWG menentang pemberian izin dua perusahaan terafiliasi Israel
Baca juga: AWG: Trump gunakan Dewan Perdamaian Gaza untuk kepentingan Israel

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |