Audit medis, Menkes fokus tingkatkan layanan kesehatan dokter magang

2 weeks ago 19
Memang ada satu kasus yang secara hasil auditnya kita melihat bahwa ada dokter yang berlebihan, tidak dikasih cuti, dan mereka dipaksa untuk mengikuti beban-beban yang seharusnya bukan bebannya mereka

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi dokter magang, guna mencegah kejadian seperti meninggalnya empat dokter magang sepanjang 2026.

Dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Senin, Menkes Budi mengatakan berdasarkan hasil audit medis terhadap empat dokter tersebut ditemukan banyak yang diagnosanya tidak tepat, baik karena surveilans yang tidak lengkap atau kondisi rumah sakit yang tidak baik.

"Memang ada satu kasus yang secara hasil auditnya kita melihat bahwa ada dokter yang berlebihan, tidak dikasih cuti, dan mereka dipaksa untuk mengikuti beban-beban yang seharusnya bukan bebannya mereka. Tapi kalau kita lihat, sebagian besar itu karena memang begitu mereka sakit, pelayanan kesehatannya itu kurang memandai," kata Menkes Budi.

Oleh karena itu pihaknya akan berfokus ke pelayanan kesehatan, dimana nantinya saat dokter peserta magang sakit, harus bisa segera diidentifikasi oleh dokter pembimbingnya. Kemudian dokter pembimbingnya itu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peserta magang itu tidak khawatir akan kelulusannya karena dia sakit.

Baca juga: DPR: Reformasi tata kelola nasional program internship kedokteran

"Karena biar gimana kan, kesehatan dan nyawa itu nomor satu, itu prioritas bagi kita. Kita nanti akan memperketat, agar kalau ada peserta yang sakit, itu harus dirawat dengan proper, dan dengan segera. Kita juga sudah melakukan perbaikan agar sistem rujukannya juga bagus," kata Menkes Budi Gunadi.

Menkes juga menilai pentingnya memastikan pelayanan kesehatan yang memenuhi standar untuk merawat para dokter magang ini, terlebih karena yang dirawat adalah para rekan sejawat.

"Jadi semua peserta sakit sekarang kita bikinkan prosedur yang bagus dan harus dilakukan dengan deadline yang ketat dan tanggung jawab yang jelas, jika setiap orang yang peserta yang sakit itu harus tertangani dengan cepat dan tepat," kata Menkes.

Selain layanan kesehatan, Menkes Budi juga menyoroti perlunya perbaikan di tata kelola program internship, mengingat ada satu kejadian dimana dokter magang menanggung beban kerja berlebihan.

Baca juga: Kemenkes sebut ada indikasi kelebihan jam kerja dalam kasus dr Myta

"Kemudian kita lakukan juga kanal-kanal aduan yang langsung, karena selama ini mereka sudah berani menyampaikan aduan, cuma aduan itu terlambat sampai atau tidak sampai," kata Menkes.

Pihaknya akan memastikan bahwa yang sakit tidak perlu menukar jadwalnya dengan yang lainnya ataupun menggantikan dokter definitif yang bekerja di sana.

Selain itu Kemenkes juga akan melakukan skrining kesehatan bagi para dokter magang, seperti yang diberikan ke peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Menkes Budi mengatakan juga akan meninjau ulang tentang bantuan biaya hidup bagi para peserta magang.

Baca juga: Pemerintah diminta bentuk tim investigasi usut kematian dokter magang

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |