Atasi sampah Gili Trawangan, Jumhur janji percepat izin insinerator

1 day ago 10
Segera akan kita pastikan, tidak usah berlama-lama atau kita bantu juga teknisnya atau kita datangi orang ahli, tapi kita akan bantu segera

Mataram (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat memastikan membantu percepatan proses perizinan pengoperasian mesin insinerator guna mengatasi persoalan sampah di destinasi wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ya, saya sudah mendapatkan informasi itu, intinya insinerator boleh, tapi yang harus memenuhi standar. Tapi kalau insinerator menambah masalah pencemaran udara, itu juga masalah," ujar Menteri LH Jumhur Hidayat didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat dikonfirmasi wartawan usai rakor dengan jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTB di Mataram, Selasa.

Jumhur mengakui dari tiga insinerator atau mesin pembakar sampah yang ada di Gili Trawangan, baru satu mesin yang sudah diberikan izin operasional, sementara dua mesin lagi belum mendapatkan izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Jadi, ada satu yang sudah lulus dan ada dua lagi yang belum lulus. Nanti kita lihat, apakah bisa diperbaiki atau modifikasi," ungkap Jumhur Hidayat.

Baca juga: KSPN Gili Trawangan Lombok produksi sampah 20 ton per hari

Namun demikian Jumhur berjanji akan segera mempercepat proses izin pengoperasian dua mesin pembakar sampah di Gili Trawangan untuk mengatasi persoalan sampah di destinasi wisata andalan NTB tersebut.

"Segera akan kita pastikan, tidak usah berlama-lama atau kita bantu juga teknisnya atau kita datangi orang ahli, tapi kita akan bantu segera," kata Jumhur Hidayat.

Diketahui tiga mesin insinerator ini merupakan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara.

Sementara itu Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengakui sudah menyampaikan persoalan mesin insinerator pada Menteri LH Jumhur Hidayat. Dari tiga mesin yang ada baru satu yang memiliki izin, sementara dua lainnya belum mendapatkan izin. Itu sebabnya membuat sampah di Gili Trawangan menjadi menumpuk.

Baca juga: Mengelola sampah di daerah wisata ala Gili Eco Trust

"Insya Allah, Pak Menteri siap membantu mencarikan solusi sampah di Gili Trawangan," ujar Bupati Najmul usai mengikuti rakor bersama Menteri LH.

Selama ini pihaknya melakukan pengangkutan sampah dari Gili Trawangan ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di daratan Lombok Utara. Dari situ kemudian sampah di buang Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Secara kuantitas jumlah sampah di Gili Trawangan mencapai 18 ton hingga 20 ton per hari, sementara di TPA mencapai 160 ton per hari. Makanya, beliau sudah meminta kami untuk datang ke Jakarta untuk membahas masalah ini. Mudah-mudahan nanti ada solusi," katanya.

Baca juga: Pindad siapkan teknologi "smokeless" atasi darurat sampah Bantargebang

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |